MAKASSAR, BKM — Dinas Peternakan Provinsi Sulsel mengeluhkan lambannya pencairan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Padahal, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah mewanti-wanti SKPD agar sudah melaksanakan kegiatan sejak Januari lalu.
Dikhawatirkan jika APBN lambat cair, target Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memproduksi sapi potong sebanyak 1.447.000 ekor tahun ini tidak terpenuhi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel, Abdul Azis mengatakan dana APBN sangat dibutuhkan untuk program inseminasi buatan, sehingga produksi sapi potong bisa ditingkatkan.
“Saat ini kita terkendala dana APBN. Blum ada kejelasan bahkan beberapa masih dalam pembahasan di DPR,” kata Abdul Azis.
Pihaknya berharap anggaran dari pusat ini segera dikucurkan, untuk membantu pendanaan dari APBD yang sejak januari telah dicairkan. Apalagi selama ini pemerintah pusat selalu meminta daerah melakukan percepatan penyerapan anggaran dan percepatan pembangunan.
“Ini bisa menghambat pertumbuhan ekonomi di daerah.Masyarakat sudah mau melaksanakan inseminasi buatan namun tidak bisa dilakukan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Tahun ini, menurut Azis Dinas PKH menargetkan produksi sapi ternak 1,447 juta ekor meningkat dari 8 persen dari tahun 2015, yang mencapai 1,3 juta ekor. Selain program inseminasi buatan, pihaknya juga berupaya melakukan pengendalian pemotongan sapi betina.
“Kita sudah masukkan ke badan legislatif DPRD untuk pembuatan perda pengendalian sapi betina. Mudah mudahan bisa dibahas dan disahkan lebih awal,” tambah Azis.(rhm/war)