Site icon Berita Kota Makassar

59 Santri Qaf Ikut Ujian Akbar

MAROS,BKM– Sedikitnya 59 santri Rumah Tahfizh Qur’anic Forum (Qaf) mengikuti ujian akbar. Ujian ini digelar di Rumah Tahfizh Qaf, Rabu (9/3) Maccopa Maros.
Ujian ini digelar untuk menguji hapalan santri dan santriwati setelah mengikuti program menghapal alqur’an di Rumah Tahfizh Qaf.
“Ini adalah program rutin dan wajib dilalui santri Qaf. Jadi di Rumah Tahfizh Qaf ini ada dua jenis ujian, pertama dari internal yakni kami dari pengajar dan yang kedua dari eksternal yang kami gelar sekarang. Ini adalah ujian pertama dari pihak eksternal,” ujar ketua Qaf Nurhikmah, Rabu (9/3).
Peserta yang ikut ujian dipersyaratkan menghapal minimal satu juz Alqur’an. Nurhikmah mengatakan setiap santri memiliki kemampuan berbeda dalam menghapal sehingga tidak semua bisa ikut ujian dan hapalannya pun berbeda-beda.
“Ada yang ujian 5 juz, dari juz 30, 29, 28, 27 dan juz 1. Ada juga yang ujian 3 juz, ada juga dua juz dan 1 juz yaitu juz 30. Lama mereka mengikuti program di Rumah Tahfizh juga berbeda-beda, ada yang sudah setahun tapi ada juga yang baru 3 bulan kalau menghapalnya cepat bisa ikut ujian,” paparnya.
Ujian dari eksternal kali ini, pihak pengurus Rumah Tahfizh Qaf menggandeng Ummi Foundation yang bermarkas di Surabaya. Ada empat penguji dari Ummi Foundation yang hadir untuk menguji hapalan para santri. Tiap santri secara bergiliran menghadap ke penguji untuk diuji hapalannya. Penguji kemudian menyebutkan salah satu ayat dan santri harus menyambung ayat yang disebutkan secara tartil.
Salah satu penguji dari Ummi Foundation, Ustad Yusuf mengatakan, karena Qaf baru pertama kali menggelar ujian seperti ini sehingga pihak penguji akan fokus pada kemampuan tahfizh santri.
“Kalau tahsin atau bacaannya juga tetap kami perhatikan hanya saja kalau ada yang kurang dimaklumi karena ini ujian pertama dari Qaf. Mungkin nanti kedepan untuk ujian berikutnya akan lebih ketat lagi,” ujarnya.
Rumah Tahfizh Qaf merupakan rumah menghapal alquran yang bermarkas di Maccopa Maros. Saat ini, jumlah santri/santriwati yang belajar di tempat ini mencapai 110 orang dengan usia antara 5 tahun sampai 12 tahun. Santri atau santriwati berasal dari berbagai sekolah di Maros, mereka memulai program menghapal sepulang sekolah. (ari-ril)

Exit mobile version