Site icon Berita Kota Makassar

Dunia Pendidikan Berperan Mencegah Korupsi

MAKASSAR, BKM– Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) menggelar seminar yang bertema “Peran Dunia Pendidikan dalam Pencegahan Korupsi”, yang berlangsung di Hotel Imperial Arya Duta Makassar, Selasa (8/3) lalu.
Kegiatan dari SPAK bertujuan untuk melibatkan lebih banyak perempuan dan organisasi perempuan dalam melindungi diri dari korupsi dan menjadi agen pencegahan korupsi.
Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional itu, melibatkan 150 orang guru perempuan dari 75 sekolah dasar (SD) yang berada di Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.
SPAK Sulsel, Sri Wahyuningsih mengatakan, seminar ini memang sengaja menghadirkan peserta dari guru SD kalangan perempuan, bertepatan dengan hari perempuan internasioanal.
“Sengaja kita hadirkan, mengundang guru-guru SD khusus perempuan karena berkaitan dengan hari perempuan nasional juga. Kita memilih guru SD, karena kita beranggapan bahwa usia anak-anak dibangku SD adalah usia yang tepat dan potensial untuk menanamkan serta memberikan pemahaman sejak dini nilai-nilai anti korupsi,” jelas Sri.
Termasuk, ujar Sri, SPAK berharapnya 30 tahun ke depan mereka sudah tidak mengenal apa itu korupsi karena sudah diajarkan sejak dini,” ujarnya.
Hal senada dikatakan seorang guru yang hadir, Zainab. Menurutnya, ilmu yang didapatkan bisa dilaksanakan dalam memberantas korupsi ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal yang membuka secara langsung seminar tersebut mengatakan, dalam menciptakan generasi Indonesia bebas korupsi, perlu dibenahi sistem pengkaderan dan sistem pendidikan yang ada.
“Kalau kita ingin menciptakan generasi Indonesia bebas korupsi, maka yang paling utama dibenahi yakni sistem pengkaderan dan sistem pendidikan kita. Dan yang paling penting adalah terciptanya kesadaran bersama, kesadaran anti korupsi,” ujarnya.
Diketahui, para relawan SPAK melakukan serangkaian pelatihan untuk pelatih (Training for Trainers/TOT) pada tahun 2014 dan 2015 yang dilaksanakan di dua kota, Makassar dan Pare-pare. Hasilnya, telah melahirkan 60 Agen SPAK.
Bahkan melalui sosialisasi tersebut telah menjaring ratusan relawan yang tersebar di Sulawesi Selatan.
Salah satu bukti pencapaian relawan SPAK SulSel, dengan pencapaian rekor MURI Bermain SEMAI (Sembilan Nilai) yang melibatkan 1.365 anak dari berbagai sekolah di Makassar yang menjaring 50 anak melalui TOT, sebagai pendekatan efektif pencegahan korupsi untuk anak-anak.(ina/war)

Exit mobile version