BERBAGAI cara dilakukan masyarakat untuk bisa menyaksikan gerhana matahari. Di Kabupaten Luwu, warga tampak antusias berkumpul di kompleks perumahan BTN Lamunre Tengah.
Tidak ada rotan, akar pun jadi. Tidak ada kacamatan khusus untuk melihat gerhana, mereka memanfaatkan negatif foto rontgen.
”Kami penasaran saja untuk bisa melihat gerhana. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah klise foto rontgen ini,” kata Arief, warga Lamunre Tengah, kemarin.
Sementara istri Bupati Luwu, Andi Tendri Karta juga tak mau ketinggalan menyaksikan langsung fenomena langka. Ia nampak menggunakan kacamatan tiga dimensi. Sesekali Ketua Tim Penggerak PKK luwu itu menyaksikan proses tertutupnya matahari oleh bulan di air kolam ikan yang ada di rujab bupati.
Bahkan saking seriusnya, Tendri Karta tak segan-segan mengenakan helm yang biasa dipakai pengendara motor. Ia memanfaatkan kaca ribennya untuk melindungi mata dari terpaan sinar matahari langsung.
Sementara di Masjid Agung Kompleks Perkantoran Bupati Luwu maupun di Masjid Raya depan terminal Belopa, digelar salat gerhana.
Kegiatan serupa berlangsung di Masjid Agung Kota Parepare. Wali Kota HM Taufan Pawe bersama masyarakat setempat melaksanakan salat khusuf.
Setelah itu dilanjutkan dengan tauziah yang disampaikan Ketua MUI Kota Parepare, Dr KH Abdul Halim. Dalam ceramahnya dikatakan, peristiwa gerhana matahari merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Karena itu, manusia hendaknya menyadari betapa besar kekuasaan Tuhan di muka bumi ini.
Wali Kota HM Taufan Pawe menegaskan, gerhana matahari merupakan salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berpikir. ”Oleh karena itu, sebagai perwujudan syukur dan takjub kita sebagai muslim melihat gejala alam yang merupakan salah satu tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, adalah melaksanakan salat sunnat gerhana matahari yg merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dari pantauan BKM di lokasi dalam Kota Parepare, terlihat warga keluar dari dalam rumah untuk menyaksikan gerhana matahari walaupun Parepare tidak terjadi gerhana total. Sebagian lainnya tinggal di dalam rumah menonton televisi menyaksikan detik-detik gerhana matahari.
Di sejumlah warung kopi, terlihat pengunjung antusias menonton televisi melihat fenomena alam ini.
Civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar salat gerhana matahari di Masjid Umar Bin Khattab Kampus II UMI, dan di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, Pangkep.
Pelaksanaan salat gerhana matahari ini merupakan implementasi dari ajaran Nabi Muhammad SAW, sebagaima dikutip dalam salah satu hadistnya; apabila melihat gerhana matahari, dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana matahari (kusuf) dua rakaat, 4 kali ruku. Setelah salat dilanjutkan memperbanyak zikir/tasbih dan memperbanyak sedekah. (wan-arf/rus/c)
Istri Bupati Pakai Helm Saksikan Gerhana
