Site icon Berita Kota Makassar

Koalisi SYL, Airlangga dan Akom Sulit Dikalahkan

Koalisi SYL, Airlangga dan Akom Sulit Dikalahkan

MAKASSAR, BKM — Tiga tokoh masing-masing Syahrul Yasin Limpo (SYL), Airlangga Hartanto dan Ketua DPR RI Ade Komaruddin (Akom) diprediksi akan menjadi kekuatan yang sangat besar jelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar Mei mendatang. Bahkan, rencana koalisi tiga kekuatan besar ini terus menggaung hingga di tingkat pusat.
SYL yang kini memimpin Golkar Sulsel diketahui memiliki basis dan pendukung yang sangat besar di Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua. Sementara, Airlangga memiliki basis dan pengaruh di Bali, Jawa dan Sumatera. Adapun Akom tetap mendominasi Jawa Tengah, Jawa Timur Timur, Jawa Barat, DKI, khususnya Yogyakarta.
SYL tak menampik peluang dirinya membangun kesepakatan dengan Airlangga dan Akom. “Komunikasi saya dengan Pak Ade sangat baik dan lancar, terutama dengan Pak Airlangga. Jadi tak ada masalah jika kemudian akan bersama,” ujar SYL usai menerima kunjungan empat ketua DPD II Golkar dari Kalimantan Tengah di rujab Gubernur, Rabu (9/3).
Menurut SYL yang juga Ketua DPD I Golkar Sulsel ini, dirinya tidak memiliki lawan namun semuanya kawan, sehingga peluang menang sangat terbuka di Munaslub.
Hanya saja, kalau bicara soal koalisi, Gubernur Sulsel dua periode ini mengaku tak perlu buru-buru, apalagi jadwal Munaslub molor dari April ke Mei.
“Jika langkah yang dilakukan kemarin hanya sampai ke Karebosi, maka nanti terpaksa sampai ke Losari. Untuk itu, speednya (kecepatan,red) harus diturunkan,” ujar SYL didampingi Farouk M Betta, Lakama Wiyaka, Musyafir Kelana dan Rahman Pina .
Rencananya, SYL akan mengisi acara talk show di dua televisi berbeda, Kamis (10/3).
Terkait peluang SYL memimpin partai berlambang beringin rindang ini, Ketua DPD Golkar Barito Timur, Supriatna dan Ketua Golkar Gunung Mas, Kusnadi tidak meragukannya. “Kami mengetahui kemampuan beliau (SYL). Apalagi visi dan misinya beliau mampu membangun partai jauh lebih baik,” ujar keduanya.
Dosen politik Unhas, Adi Suryadi Culla menanggapi rencana koalisi tiga tokoh tersebut sebagai kekuatan yang sangat besar. “Bila ketiganya bergabung bersama, maka akan sulit dikalahkan oleh kandidat lain,” ujar Adi, kemarin.
SYL sebelumnya memilih fokus menggarap DPD II untuk menggalang suara bagi pemenangannya kelak. Alasannya, karena peluang meraih dukungan lebih besar.
Rencananya, Rabu (9/3) kemarin, SYL akan mengundang seluruh DPD I Partai Golkar ke Makassar. Namun, karena satu dan lain hal, pertemuan itu dibatalkan. Informasi yang diperoleh, batalnya pertemuan itu karena hanya segelintir DPD I saja yang memiliki waktu untuk hadir.
SYL beralasan diundurnya pertemuan itu karena beberapa faktor. Diantaranya, pelaksanaan Munaslub yang diundur hingga bulan Mei. Selain itu, tim kepanitiannya belum siap.
“Pertemuan ituu diundur juga karena pertimbangan terjadinya konstraksi setelah putusan Mahkamah Agung yang melegalkan Munas Bali,” ungkap SYL.
SYL mengemukakan, pihaknya sudah bertemu empat mata dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla membicarakan persoalan Golkar saat sang 02 melakukan kunjungan kerja di Makassar belum lama ini. “Ada pembicaran spesifik yang kami lakukan. Sesama orang Bugis-Makassar,” ungkapnya. (rhm/rus)

Exit mobile version