GOWA, BKM– Berbagai peralatan sederhana digunakan wargasebagai pengganti kacamata khusus atau kacamata tiga dimensi untuk menyaksikan pergeseran jarak matahari dan bulan saat gerhana matahari sekira pukul 08.40 Wita, Rabu (9/3).
Ada yang gunakan kacamata raiben berlapis-lapis, raiben kaca mobil serta kertas klise rontgen. Hasilnya memang cukup terlihat jelas tanpa membuat pandangan mata sakit akibat silau berlebihan.
“Menggunakan raiben kaca mobil maupun klise rontgen ternyata sangat bagus. Pergeseran bulan menutupi matahari sangat jelas tanpa silau,” kata Ishak Dg Rola, warga Balang-balang, Kelurahan Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu.
Sementara dilain tempat, ratusan warga Desa Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa menggelar ritual salat gerhana secara berjamaah sekira pukul.07.30 Wita di Lapangan Pattallassang.
Salat berjamaah ini dipimpin iman Saharuddin Sola, SAg dihadiri Camat Pattallassang, Andy Azis Peter, Ketua PHBI Pattallassang, ustadz Syarifuddin Jalling, SAg, MAg, Kepala UPTD Dikorda Pattallassang, H Mustari K Saung, jajaran Puskesmas, anggota Koramil, para kepala desa, kepala dusun, kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala sekolah dan masyarakat sekitarnya.
Di Kecamatan Somba Opu, salat gerhana juga dilakukan warga di Kelurahan Bontoramba dan Kelurahan Katangka. Seperti di kompleks Al Fityan. Ratusan santri dan pengurus sekolah yang mendidik tingkatan TK, SD, SMP dan SMA ini menggelar salat gerhana di Jalan Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu.
Usai salat gerhana berjamaah di masjid kampus Al Fityan dipimpin ustadz Hasanuddin, seluruh yang hadir lalu menyaksikan gerhana matahari dengan menggunakan plastik minuman kemasan sehingga terhindar dari radiasi sinar matahari atau kurang dari 80 persen.
Di Kabupaten Gowa sendiri, puncak gerhana matahari terjadi pukul 08.30 Wita. Penampakan gerhana matahari tidak total, namun berbentuk sabit.
Ustadz Hasanuddin mengatakan shalat gerhana ini dilakukan untuk mensyukuri nikmat dari Allah SWT yang terjadi setiap 33 tahun sekali dan mengenang wafatnya putra Nabi Muhammad SAW yakni Ibrahim. (sar-ril)
Warga Gunakan Klise Rontgen dan Botol Plastik

BKM/SAR KLISE RONTGEN -- Berbagai peralatan sederhana digunakan warga di Balang-balang, Kecamatan Bontomarannu untuk melihat langsung gerhana matahari kemarin, yakni menggunakan plastik atau klise rontgen.