SIDRAP, BKM — Dinas Peternakan Sulsel mengusulkan sedikitnya 500 ribu dosis vaksin antraks ke pusat. Stok vaksin antraks pada Dinas Peternakan Sulsel sangat terbatas.
Kepala Dinas Peternakan Sulsel, Abdul Azis, saat berkunjung ke Sidrap, Kamis (10/3), usai mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan (Merentang) Kabupaten, mengatakan perlunya penanganan antraks secara serius di Sulsel.
“Tindakan preventif jauh lebih penting sebelum antraks benar-benar menimbulkan kerugiaan peternak, apalagi di Kabupaten Pinrang saat ini memang sudah positif antraks,” ujar Azis, Azis juga meminta semua kabupaten/kota di Sulsel agar tidak ragu menolak kiriman sapi dari luar, apabila tidak disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Daerah jangan takut menolak, apalagi kalau kiriman sapi itu tidak disertai dengan SKKH dari dokter hewan dari daerah asalnya,” tegasnya.
Guna mencegah penyebaran bakteri antraks Azis mengimbau semua kabupaten/kota di Sulsel untuk memperketat lalu lintas bakteri ternak, “Kalau perlu daerah bentuk tim dan ditugaskan disetiap perbatasan,”‘aku Azis.
Menurut Azis, terdapat kurang lebih 1. 500 juta ekor sapi yang harus diselamatkan. Populasi terbanyak terdapat di Bone, Sinjai, Gowa, Maros dan Sidrap. (ady/C)