Site icon Berita Kota Makassar

Korban Bank Dunia Capai 2.622 Orang

SIDRAP, BKM — Korban dengan iming-iming mendapatkan bantuan dari Bank Dunia di Kabupaten Sidrap sudah mencapai 2.622 orang.
Data yang diperoleh dari Kesbangpol Sidrap menyebutkan dari 2.622 warga yang mengaku menjadi korban rinciannya 1.087 orang menyerahkan uang ke pelaku Rp10 ribu, sisanya, 1.535 orang lagi menyetor uang sebesar Rp.15 ribu per orang. Jadi, jumlahnya mencapai 2.622 orang.
“Jika dihitung-hitung, jumlah uang yang telah ditarik dari masyarakat mencapai Rp43 juta lebih, itu baru pengakuan oknum LSM, belum ditelusuri di lapangan,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Sidrap, Makmur.
Kasus penipuan ribuan warga di Kabupaten Sidrap ini mengatasnamakan bantuan Bank Dunia. Hasil penelusuran di tiga kecamatan yakni Dua Pitue, Watang Sidenreng dan Maritengngae menyebutkan ribuan warga kembali terlanjur membayar antara Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.
Di desa Mojong dan Desa Talumae Kecamatan Watang Sidenreng ratusan warga termasuk Kelurahan Empagae mengisi biodata formulir dengan menyertakan pembayaran administrasi Rp10 ribu perorang.
Dalam surat itu, tercantum bantuan dari program Bank Dunia melalui Orgnaisasi United Nations Word Human Facility European Union Community Corps Diplomat International dengan rincian warga yang menyetor uang Rp10 ribu itu akan mendapat bantuan dana sebanya Rp10 juta.
“Kami disuruh isi formulir sesuai dengan di KTP kami dan membayar uang Rp10 ribu, katanya besaran bantuan yang cair Rp10 juta,” ungkap Nurjannah warga Mojong, kepada BKM, Kamis (10/3) kemarin.
Hal senada juga dialami warga kelurahan Tanru Tedong kecamatan Dua Pitue mengaku bulan Februari lalu, ratusan warga didata dan menyetor uang sebanyak Rp50 ribu untuk proses pencairan bantuan Bank Dunia sebesar Rp50 juta. Hal serupa juga dialami di Desa Tanete Kecamatan Maritengngae
Bupati Sidrap, Rusdi Masse berang saat namanya dicatut sebagai pembina di LSM UNEU WHF CDI Indonesia perwakilan Sidrap Sulsel.
“Beraninya mereka menempatkan saya selaku pembina di lembaganya. Mana saya dengar mereka sudah pungut dana juga dimasyarakat, jelas saya keberatan,” tegas Rusdi Masse, usai menghadiri pelantikan PAW Anggota DPRD Sidrap.
Kepala Kesbangpol&Linmas Kabupaten Sidrap menegaskan LSM yang mencatut Bank Dunia sebagai lembaga penyalur bantuan Bank Dunia sama sekali adalah modus penipuan.
“Saya sudah laporkan dan koordinasi ke Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Kesbangpol itu katanya tidak ada bantuan seperti itu, jadi semua bentuk aktifitas soal bantuan itu dinyatakan tidak benar dan tidak ada sama sekali,” kata Makmur
saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (10/3).
Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar, menyebutkan dugaan penipuan terhadap 2.622 warga Sidrap, sudah disikapi Polres Sidrap.
Menurut AKP Chandra, para pelaku yang juga nekat mencatut nama Bupati Sidrap, Rusdi Masse sebagai pembina di lembaganya itu, kini dalam pencarian polisi.
“Anggota saya sedang menindaklanjutinya, mereka (Pelaku, red) akan kita periksa semuanya,” tegas AKBP Anggi Naulifar Siregar, Kamis, kemarin.
Wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando, telah mengeluarkan surat edaran terkait aktivitas lembaga tersebut. Dollah bahkan telah memerintahkan Kesbanglinmas Sidrap menyetop aktivitas mereka. (ady/C)

Exit mobile version