Disiplin, kerja keras, dan motivasi. Tiga kata sakti itu menjadi acuan atlet karate andalan Indonesia asal Sulsel, Faizal Zainuddin dalam meraih prestasi.
LAPORAN: RAHMAWATI AMRI
BERMODAL kesungguhan dan tekad baja untuk meraih predikat terbaik dalam setiap event tanding, tak terhitung lagi penghargaan yang diraih lelaki berperawakan kekar ini.
Faizal mulai akrab dengan olahraga beladiri itu sejak tahun 1995. Waktu itu, dia masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Tertarik menekuni olahraga yang cukup keras itu, Faizal mengaku terinspirasi dengan film-film laga yang diperankan oleh Bruce Lee.
“Saya memang hobi nonton film kungfu dan laga. Apalagi yang dibintangi Bruce Lee,” ungkapnya kepada BKM dalam bincang-bincang santai di ruang kerjanya, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) lantai dua kantor Gubernur Sulsel.
Dia mengaku ingin mahir beladiri seperti jagoannya. Gayung bersambut karena ada perguruan beladiri Gojukai yang dibuka di Kota Palopo, tempatnya tinggal. Diapun langsung mendaftar dan intens latihan.
Ternyata, banyak sisi positif yang diperoleh Faizal. Badannya jadi bugar. Kepercayaan dan keberanian diri bertambah. Dia bisa menghabiskan waktu dengan kegiatan positif. Dan yang terpenting, melalui karate yang ditekuni, dia bisa mendulang prestasi.
Faisal mulai ikut kejuaraan karate sejak kelas 2 SMP. Dia ingat, pertama kali ikut kejuaraan tahun 1996 antar unit di Kota Palopo. Pertama kali tanding, lelaki yang baru saja melepas masa lajangnya itu langsung menyabet juara I.
Namanya pun langsung diperhitungkan. Prestasi yang disabet menjadi motivasi untuk lebih baik lagi ke depan. Diapun mulai berani merajut mimpi untuk turnamen dan kejuaraan karate yang lebih tinggi.
Tahun 1996, Faizal untuk pertama kalinya mengikuti kejuaraan karate di luar Sulsel, yakni di Tegal, Jawa Tengah. “Momen itu luar biasa. Untuk pertama kalinya saya merasakan naik kapal laut, menyeberang lautan,” katanya, mengenang.
Walaupun skalanya masih kecil, yakni kejuaraan intern gojukai kategori kata perorangan putera dan komite umur 14 tahun, dia langsung meraih juara 1.
Dari situ, kecintaannya terhadap karate semakin besar. Diapun kian intens berlatih untuk mengejar impian yang lebih tinggi. Dan secara perlahan, prestasinya semakin menanjak. Diapun mulai diandalkan untuk ikut kejuaraan-kejuaraan mewakili daerah. Mulai dari tingkat kecamatan (pekan olahraga antarkecamatan), porwil (pekan olahraga wilayah), dan porda (pekan olahraga daerah).
Setiap bertanding, Faizal selalu dipercaya untuk ikut di dua kelas, yakni kata beregu putera dan kata perorangan putera. Sebagai atlet andalan, Faizal selalu menampilkan yang terbaik dengan mempersembahkan emas untuk tim atau kontingennya.
Prestasinya yang gemilang akhirnya diakui oleh KONI Sulsel. Tahun 2004, dia dipercaya mewakili Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Palembang. Ternyata, amanah yang diemban di pundaknya dilaksanakan dengan baik. Faizal berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen Sulsel. Dari situ, namanya pun mulai diperhitungkan di kancah karate nasional. (*/rus)
