MAKASSAR, BKM–Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika Wilayah VI Kota Makassar membeberkan fakta ilmiah tentang fenomena aneh yang terjadi di langit kota Makassar.
Fenomena aneh berupa pergerakan awan tebal yang tidak biasanya terjadi dijelaskan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros – Makassar Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar, Abdul Mothalib saat bertemu Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di rumah jabatan wali kota, kemarin.
“Dari hasil pemantauan yang kami lakukan, beberapa kali sekumpulan awan tebal yang bergerak ke daratan kota Makassar gagal menembus daratan dan pecah di pinggir laut. Padahal, awan tebal yang membawa curah hujan tinggi ini sangat berpotensi membuat kota Makassar mengalami kebanjiran,“ ujar Abdul Mothalib.
Kondisi alam ini, jelas Abdul Mothalib, dimungkinkan akibat suhu yang terjadi di atmosfer,di mana permukaan laut yang lebih dingin dan masuk kedaratan Makassar yang lebih hangat, akibatnya awan lebih banyak pecah di laut.
“Kita tidak tahu kenapa fenomena ini terjadi beberapa kali, padahal jika awan – awan tebal ini berhasil tembus ke daratan, potensi banjir sangat mungkin terjadi di Makassar, tapi alhamdulillah, inilah kekuasaan Allah,“ lanjutnya.
Terkait perkembangan kondisi cuaca di Kota Makassar, Abdul Mothalib menambahkan jika Makassar saat ini sedang mengalami masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Menurutnya, fase ini menyebabkan curah hujan kerap mengalami spot – spot dan tidak menyeluruh di seluruh wilayah Makassar.
“Biasanya lebih banyak terjadi di sore hari, dan malam hari. Karena interval hujan tidak merata,” lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto merespon fenomena alam ini danmemberikan sejumlah penjelasan.
“Alhamdulillah, Allah memberikan berkah kepada Makassar. Kami percaya, Makassar akan tegak berkat doa orang – orang tua, doa anak yatim, doa orang – orang yang di kabulkan. Makanya Makassar harus di jaga dengan kejujuran, di jaga dengan profesionalisme dan di jaga dengan doa – doa yang tulus,” ujar Danny sapaan akrab wali kota. Danny mengakui, fenomena ini memang tidak biasa, awan besar yang tidak sampai di daratan Makassar, lafal Allah di langit Makassar, semua itu bisa terjadi jika Allah berkehendak. Patutlah kita semua melafalkan syukur,“ ujar Danny Pomanto.
Saat berbincang dengan sejumlah pimpinan BMKG, Danny Pomanto mencurahkan sejumlah pengalamannya setiap curah hujan tinggi sedang terjadi di Makassar.
“Saya itu kadang was – was kalau hujannya berlangsung lama, kordinasi di WhatsApp biasanya langsung meninggi, cek camat dan lurah, memantau satgas anti banjir, kita cek portal berita, cek laporan warga, semua potensi kita gerakkan, selanjutnya yang kita lakukan berdoa,” jelas Danny.
Bahkan, kata wali kota berlatar belakang arsitek ini, beberapa kali dia mengeluarkan surat edaran ke masjid – masjid, ke rumah – rumah ibadah untuk mengajak seluruh warga memperbanyak doa agar kota ini terhindar dari bahaya, terhindar dari bencana, termasuk banjir.
“Alhamdulillah, dari yang kita bisa lihat sejauh ini, genangan semakin berkurang, wilayah – wilayah yang dulu sering terkena banjir juga semakin berkurang jika di bandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya,“ syukur Danny. (war)