Site icon Berita Kota Makassar

Orang Tua Naik Haji Berkat Bonus Bertanding

Faizal Zainuddin

BUAH dari ketekunan dan latihan keras yang dilakoni Faizal menuai hasil yang membanggakan. Dia berhasil mendulang emas pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tiga kali berturut-turut untuk dua kategori kelas, yakni Kata Perorangan Pria dan Kata Beregu.

Laporan: Rahmawati Amri

KARENA prestasinya, dia mendapat cukup banyak bonus seperti yang dijanjikan pemerintah. Selain itu, dirinya juga sudah menjadi atlet andalan yang dipercaya mewakili Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Faisal pertama kali mewakili Indonesia di ajang turnamen karate tahun 2005 di Filipina. Dia menyabet medali perak. Saat itu, lelaki yang hobi nyanyi itu sudah menjadi atlet pelatnas.
Tahun 2006, dia dipercaya mewakili Indonesia di ajang Sea Games Thailand di kategori kata beregu, dan langsung menyabet medali emas.
Pada Sea Games tahun 2009 di Laos, Faisal lagi-lagi mempersembahkan medali emas untuk kata perorangan. Prestasi gemilang kembali ditorehkannya saat Sea Games 2011 di Jakarta. Faisal meraih emas untuk spesialisasinya di kategori kata perorangan putera dan kata beregu.
Banyak suka dan duka yang telah dialami selama puluhan tahun menempa diri menjadi atlet karate andalan Indonesia. Sukanya, dia bisa melanglang buana ke berbagai negara karena kepiawaiannya berkarate. Tak terhitung lagi negara yang didatangi. Mulai yang terdekat seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, Arab Saudi, Istambul, hingga ke sejumlah negara Eropa.
Dukanya, karena waktunya lebih banyak dihabiskan di pemusatan latihan, termasuk pelatnas. Dia ditempa di kawah candradimuka dengan disiplin tinggi dan latihan keras agar bisa berprestasi. Dalam melakukan sesi latihan, ataupun saat bertanding, tak jarang Faizal mengalami cidera otot. Namun itu dianggapnya sudah risiko yang harus diterima sebagai atlet. Dia juga tidak merasa jera atau kapok dengan persoalan itu.
Ada cerita menarik ketika bertanding di ajang Sea Games 2006 di Thailand. Dia bersama dua atlet lainnya yang ikut di laga kata beregu nyaris tidak tertandingi. Satu temannya bernama Aswar tiba-tiba sakit sehingga harus diinfus. Sementara satu teman lainnya, Fadel dihukum oleh pelatih sehingga fisiknya tidak maksimal, sementara esok harinya mereka harus bertanding.
“Waktu itu saya merasa, latihan keras yang kami laksanakan delapan bulan lamanya untuk persiapan Sea Games sia-sia,” kenang Faizal.
Namun, dia merasakan mukjizat Tuhan bekerja ketika tiba waktunya ketiga atlet andalan Indonesia itu tanding, Azwar dan Fadel bisa ikut. Dan mereka bisa meraih medali emas.
“Itu pengalaman paling luar biasa dan berkesan. Saya merasa ada campur tangan Tuhan di situ, sehingga kami bisa meraih medali emas,” jelasnya.
Dengan berbagai prestasi yang diraih, otomatis Faizal menerima cukup banyak bonus, baik dari para sponsor maupun pemerintah. Bonus yang diperoleh di beberapa kejuaraan yang diikuti, dipergunakan untuk kebutuhan hidup sekaligus membawa orang tuanya ke Tanah Suci.
Dan karena prestasinya itu pula, Faizal diterima sebagai PNS pada tahun 2008 lewat jalur atlet berprestasi. Dia saat ini bertugas sebagai salah satu staf di Badan Kesatuan Bangsa Pemerintah Provinsi Sulsel.
Sebagai atlet, Faizal tidak pernah berhenti untuk mencetak prestasi. Saat ini, dia sedang menjalani pemusatan latihan di KONI untuk menghadapi PON di Bandung yang akan diselenggarakan Juni mendatang.
Targetnya tentu saja ingin meraih emas seperti yang telah diperoleh pada tiga PON sebelumnya. Jika target itu tercapai, Faizal bisa dikatakan mencetak sejarah sebagai atlet yang mampu meraih emas di kategori kata perorangan sebanyak empat kali berturut-turut.
“Saat ini saya sedang fokus untuk meraih target itu,” pungkasnya. (*/rus)

Exit mobile version