PSIKOLOG Widyastuti memandang perlu ada sinergitas antara keluarga orang yang menderita kelainan jiwa, pemerintah, dengan lingkungan untuk meminimalisir bertambahnya penderita.
Dia menilai selama ini sinergitas antar berbagai staleholder berkepentingan belum maksimal.
“Bukan hanya keluarga, masyarakat dan pemerintah tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab menghadapi dan menyikapi persoalan ini,” ungkap Widya.
Dia mengatakan, perlu ada kerjasama antara Dinas Sosial, pihak dari rumah sakit jiwa dan lingkungan untuk menangani para penderita kelainan jiwa itu dengan baik.
“Dialan masih banyak penderita kelainan jiwa yang berkeliaran dengan bebas. Itu mengindikasikan jika penanganan terhadap mereka belum maksimal,” ungkapnya.
Khusus untuk penderita kelainan jiwa dari kalangan kurang mampu, harus ada terobosan yang dibuat agar mereka ditangani secara maksimal. Misalnya diberi surat keterangan tidak mampu untuk keringanan biaya jika dirawat.
Selain itu, keluarga juga punya peran penting untuk menyembuhkan pada penderita dari penyakitnya.
“Kalaupun ada keluarga yang dirawat, jangan diperlakukan seolah-olah penderita ini orang buangan. Mereka harus dibantu untuk kesembuhannya dengan perhatian dan kasih sayang,” ungkapnya.
Dia menambahkan, berdasarkan penelitian, pasien penderita kelainan jiwa yang diperhatikan dan diberi sentuhan kasih sayang, tingkat prevelensi kesembuhannya jauh lebih tinggi dibanding yang hanya dirawat dan diserahkan begitu saja ke rumah sakit.
Widya khawatir, semakin banyaknya penderita kelainan jiwa yang berkeliaran tidak jelas akan memberi dampak sosial yang menkhawatirkan. Salah satunya, terkait keamanan dan keselamatan diri para penderita.
Namun perlu juga digaris bawahi jika tidak semua orang yang berkeliaran di jalan dengan penampilan seperti penderita kelainan jiwa harus ditangani sesuai prosedur penanganan pasien. Karena ada juga orang yang berpura-pura gila dalam tanda kutip demi mendapat belas kasihan dari orang-orang.
“Jadi, instansi terkait khususnya dinas sosial harus lebih selektif dan teliti dalam memberi penanganan pada mereka,” pungkasnya. (rhm/war)