Site icon Berita Kota Makassar

Bakteri Antraks Mulai Menyerang Manusia

PINRANG, BKM — Serangan bakteri antraks yang menyerang ratusan ekor sapi ternak dan kerbau sejak pertengahan Februari lalu dan menyebabkan 44 ekor ternak mati milik warga Dusun Pelita Desa Malimpung Kecamatan Patampanua Pinrang juga telah menyerang manusia.
Di lokasi endemik asntraks, salah seorang warga Adi Firman bin Hamid (19) pelajar SMK, diduga terjangkit bakteri antrax (suspect). Adi menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lasinrang Pinrang, Kamis (10/3) sore, setelah terlebih dahulu dibawa Ke Pustu dan lalu dirujuk ke Puskesmas setempat.
Adi menuturkan, Sabtu (27/3) lalu, dirinya membantu Sainuddin (peternak setempat) mengangkat bangkai sapinya yang mati. Dia terkena darah bangkai sapi antraks dikaki sebelah kanannya. Pada Sabtu (5/3) Adi mengalami gatal-gatal dan muncul bercak dan akhirnya menjadi luka bernana pada kakinya. Hal itu seiring dengan nafsu makan korban yang langsung hilang dan mengalami demam tinggi.
Berdasarkan gejala gejala itu yang indikasinya mengarah ke suspect antraks, pihak keluarga dan unsur Muspika setempat langsung berkoordinasi dengan dr hewan I Gde Adhika dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang.
Terpisah, dr I Gde Adhika yang dikonfirmasi via selulernya menjelaskan setelah mendapat laporan itu, ia langsung ke lokasi endemik dan selanjutnya membawa korban ke Pustu setempat. Namun karena dikhawatirkan, korban kemudian dirujuk ke Puskesmas dan selanjutnya ke RSUD Lasinrang Pinrang.
“Benar, saya mengantar korban ke Pustu, lalu ke Puskesmas dan akhirnya ke IGD RSUD Lasinrang Pinrang. Untuk kepastian apakah korban positif terkena Suspect Antraks, bagusnya langsung dikonfirmasi ke dokter yang menanganinya,” pinta I Gde Adhika.
Camat Patampanua, Ken Mukti Ali mengakui, pihaknya sudah mengetahui jika salah satu warganya ada yang terindikasi suspect antraks.
“Kami juga sudah tahu ndi. Korban langsung kami bantu dan arahkan ke perawatan medis intensif, dimana saat iNi sudah ditangani oleh pihak RSUD Lasinrang Pinrang,” ungkapnya.
Kemungkinan adanya korban suspect lainnya, Ken mengatakan, hingga saat ini baru satu warganya yang terindikasi dan itupun belum positif, apakah korban terkena Suspect antraks atau tidak. (gun/C)

Exit mobile version