MAKASSAR, BKM–Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel belum memiliki Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) setelah menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Jumat yang hanya berlangsung beberapa jam yang akhirnya menjadi ricuh.
Lima formatur yang ditunjuk langsung DPP PAN dipastikan tidak menghasilkan keputusan. Ashabul Kahfi dan dua rivalnya yakni Doddy Amiruddin serta Andi Yusran Paris akan saling jegal untuk meraih posisi puncak di PAN Sulsel. Adapun dua formatur lainnya yakni Nadjamuddin dan Andi Jamaluddin Djafar diharap mampu menjadi tokoh yang netral dalam rapat formatur.
Anggota Panitia Muswil IV PAN Sulsel, Hamzah Hamid menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kerja formatur yang sudah diturunkan DPP. “Satu minggu deadline dikasih formatur untuk menentukan siapa ketua DPW,”ungkap Hamzah.
Selain itu, apabila dalam tujuh hari, kelima formatur itu belum menghasilkan keputusan, maka DPP akan terlibat dalam Musyawarah formatur. “Diambil alih oleh DPP dan kembali akan berembuk, tujuh hari juga DPP memutuskan kalau tidak disepakati ketua dari musyawarah sebelumnya,”jelas Hamzah yang juga legislator PAN Makassar ini.
Hanya saja, peserta Muswil dari DPD maupun DPC akan mengadu ke Mahkamah Partai (MP), guna menyampaikan protes atas pelaksanaan Muswil yang tidak sesuai dengan mekanisme organisasi.
Para ketua DPD dan DPC ramai-ramai menandatangani pernyataan sikap untuk melakukan aksi protes ke MP di Jakarta pekan ini.
Dalam surat protes tersbeut, ada beberapa poin yang menjadi tuntutan yakni Pertama, DPP menegaskan bila PAN menganut asas Pancasila, khususnya sila keempat yakni mengutamakan musyawarah untuk mufakat, namun kenyataannya DPP hanya menurunkan empat nama tanpa pemilihan. Kedua, dari empat nama yang diturunkan tidak mengakomodir keterwakilan dari wilayah utara, namun satu dari selatan dan tiga dari wilayah tengah. Ketiga sesuai peraturan yang ditetapkan dalam Rakernas lalu, formatur harus mendapat persetujuan peserta Muswil, namun kenyataannya tidak demikian. Keempat yakni unsur formatur dari DPP diwakili oleh Yusran Paris, sementara Yusran sendiri bukan pengurus DPP. “Empat poin inilah dinilai bertentangan dengan pedoman organisasi,”ujar Ketua Bappilu PAN Palopo, Taslim Ramli.
Rencana menyurati MP mendpaat apresiasi dari ketua DPD PAN Sidrap, Muhammad Iksan, Ketua DPD PAN Bulukumba HA Edy Manaf, Ketua DPC Jeneponto Syamsuddin Karlos dan lainnya.
“Seharusnya, DPP membentuk tim ferivikasi terhadap para calon, kemudian memanggilnya untuk memaparkan visi dan misi strategis terhadap PAN nanti. Tapi ini tidak ada dan langsung ketuk palu,” kesal Ikhsan.
Syamsuddin Karlos bahkan menuding bila DPP terlalu memaksakan kehendaknya di Muswil, tanpa mendengarkan suara dan aspirasi pengurus ditingkat bawah. “Saya selaku kader menganggap bahwa, Muswil PAN Sulsel tidak sah berdasarkan aturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Ini hanya kemauan orang perorang, sehingga teman-teman kader PAN menggagap Muswil ini tidak sah dan batal,”tegas anggota Komisi D DPRD Sulsel ini. (ita/rif)
