Site icon Berita Kota Makassar

Ketua MPR-RI Beri kuliah Umum di Unismuh

MAKASSAR, BKM– Ketua MPR-RI, DR. H Zulkifli Hasan, SE.MM beri kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Pemberian kuliah yang dihadiri selain Ketua BPH (Badan Pelaksana Harian) Unismuh, Ir H Saiful Saleh, MSi, para wakil rektor, puluhan dosen, lima ratusan mahasiswa itu, materi pembahasannya mengenai Pancasila, Undan-undang Dasar 1945, Garis-garis Besar Haluan Negara, serta tugas-tugas badan pekerja MPR terkait dengan fungsinya selaku wakil dari rakyat.
Karena itu Zulkifli Hasan menyebut, pemberian kuliah mengenai Pancasila, Unang-undang Dasar 1945, GBHN dan rencana-rencana pembangunan nasional, tidak berarti harus menghilangkan kebenaran ilmiah dan obyektivitas. Justru sebaliknya, yang kita usahakan adalah agar kita dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang obyektif dan rasionil itu, kita dapat menerapkan landasan-landasan kehidupan bangsa itu sehingga pelaksanaannya terjamin berhasil dan selamat. Lebih dari sekedar bahan yang memang dapat diteliti secara ilmiah, dan mungkin menjadi bahan perdebatan yang tak kunjung henti, maka Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan Garis-garis Besar Haluan Negara termasuk rencana-rencana pembangunan nasional jelas merupakan putusan terpokok bangsa Indonesia yang harus dilaksanakan. Dalam tata kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita yang berdasarkan Undang-undang Dasar ’45, maka rencana pembagunan nasional itu ditetapkan pokok-pokoknya di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Menurut Ketua MPR, dalam tahap yang sekarang pelaksanaan Garis-garis Besar Haluan Negara, universitas yang selalu ingin menempatkan diri pada barisan terdepan dalam memelihara kokohnya kehidupan konstitusional dan tegaknya demokrasi, tentulah harus merupakan kekuatan yang pertama-tama mengusahakan sebaik-baiknya pelaksanaan daripada Garis-garis Besar Haluan Negara yang sekali diputuskan oleh rakyat melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat tidak ada sesuatu kekuatan syah lainpun dalam Republik kita ini yang berhak mengubahnya kecuali MPR sendiri.
Olehnya itu hanya dengan penghormatan dan kepatuhan yang setinggi-tingginya dari kita semua kepada pelaksanaan konstitusi kita sendiri itu, maka bangsa Indonesia yang kokoh dan maju dapat kita wujudkan. Koneksi –interkoneksitas dalam hubungannya dengan semua itu, jelas Zulkipli Hasan, pemecahan persoalan manusia pada akhirnya harus berpangkal tolak dari suatu konsep dasar kehidupan yang dianggap baik, suatu konsep dasar kehidupan yang dicita-citakannya. Bagi kita. konsep dasar kehidupan yang kita anggap baik, ialah kehidupan dan penghidupan yang berdasarkan Pancasila. Konsep dasar kehidupan ini, pada akhirnya merupakan masalah pilihan, masalah keputusan suatu bangsa, tuturnya. (zai/war)

Exit mobile version