PAREPARE, BKM — Banjir di jalan Lahalede dan sekitar wilayah mejid taqwa Lakessi, tidak bisa disalahkan pemerintah begitu saja tanpa perhatian pula masyarakat.
Buktinya, sampah yang ada di got atau saluran air itu ternyata itu adalah sampah masyarakat bukan sampah industri, karena sampah yang ada berupa botol minuman, softes (pembalut perempuan) kasus, helem dan plastik lainnya.
Banyaknya sampah membuat banjir di jalan Lahalede, pasarakessi, dan lokasi Masjid Taqwa Lakessi, ketika hujan turun.
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, turun langsung melihat got di Jalan Lasinrang depan Masjid Taqwa Lakessi, Parepare, Minggu (13/3) turun langsung mencari akar masalahnya.
Taufan bersama sejumlah SKPD terkait memimpin langsung untuk membersihkan saluran air tersembat sehingga terjadi banjir.
Taufan tidak mau tinggalkan lokasi sebelum bersaih, bahkan masuk ke dalam got untuk melihat kondisinya.
Hasil pantauan BKM di lokasi, hasinya ternyata sampah sudah bertumpuk, kemungkinan sampah itu sudah puluhan tahun bertumpuk tanpa dibersihkan.
Sejumlah armada kendaraan mobil damkar dan dinas kebersihan turun ke lokasi untuk mengangkut sampah termasuk dranase dibongkar untuk dibersihkan.
Taufan memikirkan bagaimana solusinya sehingga got ini bisa lancar tanpa menghendap sehingga hujan turun tidak banjir.”Salah satu masalah banjir tak lain adanya sampah bertumpuhkan di got, sehingga pemerintah segerah bongkar draenase agar bisa sampahnya di angkut.
Kepada wartawan, Taufan berharap kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan got tanpa membuang sampah di got.”kita angkut sampahnya yang bertumpukan di got, jika masih banjir dimusim hujan, maka pemerintah akan siapkan pompanisasi agar setiap hujan turun dan air laut pasang maka sistem pompanisasi akan diberlakukan,”terangnya. (smr/C)