LUWU, BKM — Harga beras miskin (Raskin) untuk di kabupaten Luwu dikeluhkan warga karena harganya yang terbilang cukup mahal. Harga per 15 kilogram jauh berbeda dengan daerah lain.
Amir (47), warga Kelurahan Padang Sappa mengakui harga raskin di wilayahnya dijual Rp 30 ribu per 15 kilo gram sementara raskin di Keluharan Padang Subur masih di kecamatan yang sama Ponrang justru dijual Rp 27 ribu.
Perbedaan harga jual ini di dua kelurahan bertetangga membuat warga mengeluh.
“Tolong tulis ini pak wartwan harga raskin di kelurahan kami mahal Rp 30 ribu, saya tanggung jawab soal ini. Kasihan masyarakat miskin “ujar Amir kepada BKM, Minggu (13/3) melalui ponselnya.
Terkait adanya perbedaan harga jual, Amir meminta Bulog Belopa turun ke lapangan memantau distribusi raskin yang memberatkan warga miskin. “Kami mohon Bulog turun langsung memantau harga raskin di wilayah kami, mahalnya harga raskin ini sudah berlangsung cukup lama. Yang saya prihatin ini akan untuk warga miskin kok harganya dipermainkan seperti ini, ada apa”tandas Amir
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Luwu, Rahmat Arifuddin menjelaskan harga perkilo beras raskin sesuai harga yang dikeluarkan bulog. Persatu kilogramnya Rp 1.600 dan jika harga per 15 kilo gram maka di bandrol seharga Rp 24 ribu saja.
“Tak ada kenaikan harga raskin, harganya masih normal di level Rp 24 ribu per 15 kilo gram,’kata Rahmat .
Namun jika ada harga jual raskin yang seperti di keluhkan warga, kita akan lakukan cros cek di lapangan apa benar seperti itu,tentu kita akan libatkan Bulog. Pasalnya beras raskin ini adalah program nasional dan di peruntukkan bagi warga miskin tandasnya (wan/C)