Site icon Berita Kota Makassar

Dapat Dukungan Pemprov

MAROS, BKM — Pemerintah kabupaten Maros menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten dan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Senin (14/03).
Musrenbang yang dibuka langsung oleh Bupati Maros, HM Hatta Rahman dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Sulsel, Andi Herry Iskandar, dua legislator Sulsel asal Maros, Muhammad Irfan AB dan Wawan Mattaliu serta sejumlah muspida plus di wilayah itu.
Dalam sambutan Gubernur Sulsel yang dibacakan Asisten I Pemprov Sulsel berhap Musrenbang tetap bersinergi dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Sulsel 2013-2018.
“Kita mengharapkan musrenbang hari ini mampu menghasilkan kesepakatan berdasarkan usulan Button Up dari masyarakat ke pemerintah dan mampu bersinergi dengan RPJMD Sulsel 2013-2018” Ujar mantan Plt Bupati Maros itu.
Herry juga menyampaikan pesan Gubernur yang siap membackup pengembangan wisata Rammang-Rammang dan Pertanian di Maros.
“Sebelum kesini, pak Gubernur berpesan, bilang sampaikan sama pak bupati kalua pemprov siap membackup pengembangan destinasi wisata Rammang-rammang dan pengembangan pertaniam di Maros,” kata Herry yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta Musrenbang.
Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman saat memberi sambutan mengatakan, musrenbang kali ini disinkronkan dengan visi pemerintahaannya, untuk 2017-2021, yakni Maros Lebih Sejahtera. Selain itu juga dikombinasikan ke dalam misi Kabupaten Maros.
“Jadi program yang diserap dari musyawarah di tingkat dusun, naik ke desa sampai ke kecamatan hingga ke kabupaten,” kata Hatta.
Orientasi musrenbang dijabarkan Hatta ke dalam misi pemerintahnya, antara lain Pembangunan Ekonomi, Pengembangan SDM, Pengelolaan SDA yang berkelanjutan dan beberapa misi lainnya.
Hatta juga mengharapkan agar pembangunan infrastruktur jalan bisa selesai pada 2017 mendatang.
“Lima tahun periode pertama kita telah membangun 508 Km jalan di tingkat kecamatan dan desa, dan tahun ini di dinas PU telah dianggarkan 150 M untuk pembangunan sisa jalan yang belum diperbaiki dan itu bisa mencakup 150 km, dan diharapkan jalan bisa rampung pada 2017 mendatang,” lanjut Hatta.
Dia menambahkan, musrenbang tahun ini bisa dipilah antara program yang dikerja oleh kabupaten dan yang dikerjakan oleh pemerintah desa melalui alokasi dana desa (ADD).
“Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita memisahkan dengan baik mana program yang dikerja oleh kita di Kabupaten dan mana yang dikerja oleh desa, karena di desa juga sudah banyak dananya, untuk dana ADD dan DAD (Dana Alokasi Desa) itu sudah mencapai 135 M pertahunnya,” beber Hatta. (ari-ril/c)

Exit mobile version