MAROS, BKM — Dalam waktu pekan ini, lemabaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros kembali menggelar kegiatan penyerapan aspirasi atau lazim disebut reses.
Adapun alokasi anggaran reses bagi para wakil rakyat di Kabupaten Maros terbilang fantastis, yakni berkisar Rp350 juta dengan estimasi setiap anggota Dewan mendapatkan Rp 10 juta.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Maros, To Wadeng Pananrang menuturkan, dana reses tersebut diperuntukkan atas sejumlah keperluan kegiatan yang dilakukan anggota DPRD selama reses di tengah konstituen mereka.
“Jadi setiap anggota Dewan dapat jatah Rp 10 juta perorang. Dana itu digunakan selama masa reses yang akan berlangsung selama enam hari. Uangnya digunakan untuk bertemu warga dan konstituen di dapil masing-masing,” jelas To Wadeng, Senin (13/3).
Dia menambahkan, tahun 2016 ini dana reses anggota DPRD Kabupaten Maros mengalami kenaikan dua kali lipat jika dibandingkan dengan anggaran reses tahun sebelumnya. Tahun lalu misalnya, anggaran reses hanya mencapai Rp5 juta per anggota Dewan.
“Nilai anggarannya naik dua kali lipat dari tahun lalu. Tahun 2015 lalu anggaran reses Dewan hanya Rp5 juta. Tahun ini menjadi Rp10 juta perorang,” tambahnya.
Dia mengurai, anggaan reses untuk kegitan penyerapan aspirasi di masing-masing dapil diantaranya untuk membiayai kebutuhan makan minum, perjalanan dinas dan penyewaan tenda acara temu konstituen.
Menurutnya, reses merupakan hal yang wajib dilaksanakan bagi setiap anggota Dewan, sesuai yang diamanhkan dalam undang-undang.
“Saya berharap semua anggota DPRD Maros betul-betul menjalankan perannya sebagai anggota DPRD Maros dan menyerap aspirasi dari dapil masing-masing,” harapnya.
Selama reses, sambung To Wadeng, para legislator tdak diperkenankan melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Jika ditemukan legislator meninggalkan Maros selama kegiatan reses maka akan dikenakan sanksi.
Kenaikan anggaran reses yang mencapai hingga 100 persen ini ternyata tidak diketahui oleh sejumlah legislator. Anggota Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra mengaku baru mendengar nilai anggaran tersebut saat ditanyai oleh wartawan. Meski demikian dia berdalih kalau kenaikan tersebut bisa menambah optimalisasi kerja Dewan dalam hal penyerapan aspirasi nantinya.
“Kalau naik Alhamdulillah. Artinya kita pun bisa memberikan pelayanan yang terbaik selama masa reses itu dilakukan. Memang selama ini dana reses itu masih minim, sementara seluruh kegiatan reses, mulai dari kursi dan tenda anggota DPRD yang tanggung,” kilah Akbar. (ari-ril)