MAKALE, BKM — Rumah Sakit (RS) Lakipada terus mengalami kemajuan setelah sejak Januari 2016 lalu resmi menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Bupati Nicodemus Biringkanae bersama Ketua DPRD Welem Sambolangi dan Forum Muspida Daerah, serta anggota Komisi II DPRD Tana Toraja melakukan peninjuan di lokasi.
Bebebrapa tahun terakhir jumlah pasien terus meningkat dari tiga kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang, melihat kapasitas ruang rawat inap kurang lebih 200 sudah tidak sebanding dengan lonjakan pasien.
”Sebagai solusi memberikan pelayanan lebih baik maka tahun ini Pemkab akan mengucurkan anggaran pembangunan gedung berlantai kurang lebih Rp 17 miliar,” terang Nico. Melihat bangunan RS Lakipadada sudah berusia 15 tahun ditambah rembesan air cukup tinggi Untuk itu Bupati meminta Dinas Tata Ruang (DTR) membentuk tim dan mendesain ulang pembangunan RS sesuai visi misi Sangmaneta menuju Tana Toraja unggul dan sejahtera.
Bangunan RS Lakipadada harus tuntas, tidak boleh pemerintah menggelontorkan anggaran hanya tambahan pembangunan gedung tapi kualitas untuk menjawab tuntutan masyarakat.
Apalagi masyarakat miskin butuh pelayanan dasar kesehatan namun tidak mampu masuk anggota BPJS
Dirut RS Lakipadada dr Rudhy Andi Lolo, RS terus kebanjiran pasien dan sekitar 15 persen dari kabupaten Enrekang. Terjadinya integrasi sistim pelayanan kesehatan, menindaklanjuti kebijakan bupati perlu ada dana talangan selama masa transisi. (gus/C).