Site icon Berita Kota Makassar

Pasar Jorok Berpotensi Gagalkan Adipura

MAKASSAR, BKM–Pasar yang jorok serta masih rendahnya nilai kebersihan pasar, berpotensi mengagalkan Kota Makassar meraih Piala Adipura. Piala Adipura merupakan penghargaan tertinggi tingkat Nasional ini.
Dari pantauan BKM, Rabu (16/3), sejumlah pasar masih terlihat jorok dan kotor, ditambah lagi, genangan air hujan di ruas jalan masuk pasar.
Kondisi itu bisa dilihat di Pasar Terong, Pasar Pabaeng-baeng, Pasar Karuwisi, Pasar Toddopuli dan sejumlah pasar dadakan lainnya.
Di pasar tersebut juga terlihat sampah-sampah beserakan dari para pedagang.
Menurut salah seorang pedagang di Pasar Pabaeng-baeng, Dg.Lawa, petugas kebersihan belum maksimal menangani sampah di lokasi itu, walaupun tiap hari mengambil sampah. Dia (petugas kebersihan) hanya mengangkut sampah yang telah disiapkan oleh para pedagang di dalam karung.”Selalu ji datang cuma itu tonji yang sudah dikasih masuk dalam karung yang na angkat. Kalau tidak dikasih masukki dalam karung, tidak na angkatki,” kata Dg. Lewa.
Dg. Lewa juga mengaku bahwa hanya dirinya yang selalu membersihkan sampah-sampah tersebut.”Saya ji bersihkanki, biasa sampai jam delapan. Tidak ada pedagang yang bantuka,” ujarnya.
Sementara itu, Direkur Utama PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam yang hendak diminta tanggapannya terkait penilaian Adipura tidak berada di kantornya. Bahkan Humas PD Pasar Makassar Raya, Asnami mengaku tidak mengetahui keberadaan Dirutnya.
“Saya juga tidak tahu dimana pak Dirut, Karena tidak adaki juga di kantor. Saya juga mau pergi pantau pasar,” akunya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memerintahkan Direksi PD Pasar Makassar Raya untuk memaksimalkan kinerja dalam menata pasar tradisional serta menjaga aset Pemkot Makassar yang ada di pasar saat penilaian adipura.
Selain itu, Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar juga meminta PD Pasar untuk aktif mengontrol pembayaran para pedagang di pasar. Sebab saat ini pemkot telah memiliki smart card yang dapat digunakan para pedagang untuk membayar melalui system less. Dengan adanya System Cash Less, para pedagang diharapkan dapat dengan mudah membayar dan memperoleh keuntungan seperti sistem kesehatan yang lebih terjamin, data termonitor dengan cermat sertatransparan.
Selain itu, wali kota berlatar belakang arsitek ini juga menegaskan ke seluruh camat, lurah, Dinas Pertamanan dan Kebersihan serta Badan Lingkungan Hidup Daerah untuk ikut memantau perkembangan Kota Makassar menjelang penilaian Adipura.
“Lorong Garden (Longgar) dan drainase menjadi titik perhatian. Selain itu, Puskesmas dan Pasar-pasar juga tak kalah pentingnya untuk fokus diperhatikan, karena dua wilayah tersebut menjadi perhatian dalam penilaian adipura. Jadi diharapkan semua bekerja keras dengan komitmen yang kuat untuk bersama-sama meraih Piala Adipura,” Ujar Danny.
Terpisah, anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan di DPRD Makassar, Susuman Halim menegaskan Kota Makassar akan terganjal meraih kembali Piala Adipura, jika pasar dan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah belum ditata dan dikelola dengan baik.”Daerah yang menerima Piala Adipura karena wilayahnya bersih. Jika pasarnya saja jorok dan tidak terurus apakah bisa mendapatkan Piala Adipura?,” tanya Sugali sapaan akrabnya, kemarin.
Sementara itu, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Iqbal Djalil menegaskan, salah satu penilaian dari tim penilai adipura yakni TPA dan pasar harus bersih.”Pasar dan TPA itulah yang menjadi penentu untuk mendapatkan adipura agar tidak terganjal,” ujarnya.(arf-man-ita/war)

Exit mobile version