MAKASSAR, BKM — Tim Resmob Polsek Panakkukang mengambil tindakan tegas. Mereka menembak seorang anak polisi karena terlibat dalam kasus kriminal, berupa pencurian dengan modus pecah kaca mobil.
Asriadi alias Andi (32), warga Jalan Sukaria 2 nomor 27 diciduk polisi, Selasa (15/3) sekitar pukul 15.00 Wita. Belakangan diketahui jika Asriadi merupakan anak seorang anggota polisi berpangkat ipda, yang bertugas di Kabupaten Barru.
Dari data di Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang, terungkap bahwa pelaku tertangkap setelah melakukan aksinya merusak tiga unit kendaraan roda empat milik pegawai yang terparkir di halaman kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa (15/3) sekitar pukul 15.00 Wita.
Salah satu mobil yang jadi sasaran merupakan milik Idham Manwan (51). Warga Jalan Tentara Pelajar 187 nomor 7, Kota Makassar ini memarkir mobil Toyota New Grand Avanza bernomor polisi DD 200 QO di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Tidak lama setelah meninggalkan kendaraannya, dia menerima informasi dari beberapa bocah yang kerap berada di lokasi, bahwa kaca mobilnya pecah. Anak-anak yang melapor itu memang sering berada di kantor gubernur mengumpulkan kertas-kertas bekas yang tak terpakai lagi.
”Saya dapat informasi dari anak-anak pengumpul kertas bekas itu, bahwa kaca mobil saya dipecahkan. Saya langsung mengeceknya. Ternyata benar. Saya kemudian mencari tahu keberadaan pelakunya. Ternyata dia sudah dihajar massa,” kata Idham.
Mobil milik Idham dipecahkan kacanya pada bagian kanan belakang. Saat itu pelaku langsung mengambil tas merek Polo warna hitam. Namun aksinya itu tepergok oleh anak-anak yang sering mengumpulkan kertas bekas di kantor gubernur.
Mereka langsung mengejar pelaku. Aksi ini mengundang perhatian para pegawai dan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tidak lama kemudian pelaku berhasil ditangkap, setelah sempat menjadi bulan-bulanan para pegawai kantor gubernur serta Satpol PP.
Selain mobil milik Idham, dua unit mobil lainnya yang terparkir di depan kantor Bappeda dan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) juga menjadi sasaran pelaku.
Kejadian itupun langsung dilaporkan ke Polsek Panakkukang. Dipimpin Aiptu Rustan, polisi langsung meluncur ke lokasi kejadian. Selanjutnya mengevakuasi pelaku dari kantor gubernur dan dibawa ke mapolsek guna proses hukum selanjutnya.
Selain pelaku, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul warna merah marun DD 3936 XQ yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Di hadapan polisi, Asriadi mengakui jika dirinya akan seorang perwira polisi.
”Pak, saya juga anak polisi. Bapakku berpangkat satu balok dan tugas di Barru,” ujarnya mencoba meyakinkan penyidik yang memeriksanya.
Meski begitu, Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo tetap menginstruksikan kepada anak buahnya untuk mengusut tuntas kasus ini. ”Ini negara hukum. Siapapun yang melanggar hukum akan diproses sesuai dengan perbuatannya,” tegas mantan Kapolsek Tallo ini.
Dijelaskan Kompol Woro, pemilik mobil yang menjadi sasaran pengrusakan Asriadi, telah datang melapor ke mapolsek. Laporan polisi; LP/470/III/K/2016/Restabes Mksr/Sek Pnk itu telah ditindaklanjuti, dan tersangkanya sudah diamankan. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.
Usai melakukan interogasi terhadap tersangka, Rabu (16/3) pukul 02.00 Wita, polisi kemudian membawa Asriadi untuk pengembangan kasus. Tim yang dipimpin Panit 2 Polsek Panakkukang, Ipda Asian Sihombing didampingi Dantim Aiptu Yansen Siregar, menggiring tersangka untuk menunjukkan TKP serta tempat penyimpanan barang hasil kejahatannya.
Saat itu tersangka berusaha kabur dari kawalan petugas. Tiga kali tembakan peringatan dilepaskan, namun tidak digubris. Polisi yang tak ingin tersangka kabur, langsung mengarahkan moncong pistol ke bagian kaki sebelah kiri.
Dua butir peluru yang bersarang di kaki membuat Asriadi tak bisa berkutik lagi. Selanjutnya, polisi mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
”Tersangka dilumpuhkan, karena saat tim melakukan pengembangan untuk menunjukkan TKP serta penyimpanan barang hasil kejahatannya, tersangka berusaha kabur dari kawalan petugas,” kata Woro.
Tidak lama setelah melumpuhkan Asriadi dengan timah panas, aparat Polsek Panakkukang juga meringkus seorang pelaku begal. Muhammad Muchlis (20), warga Jalan Penjernihan ini juga terpaksa dihadiahi timah panas saat dilakukan pengembangan, Rabu (16/3) sekitar pukul 03.35 Wita.
Dalam melakukan aksinya, Muchlis dikenal beringas. Dia mengaku sudah 15 kali beraksi. Dalam aksinya, pelaku tidak segan-segan mengancam korban dengan menggunakan busur dan panah.
Penangkapan tersangka dilakukan tim yang dipimpin Panit 2 Polsek Panakkukang, Ipda Asian Sihombing didampingi Dantim Aiptu Yansen Siregar. Saat ditangkap, Selasa malam (15/3), pelaku sedang berada di BTN CV Dewi Jalan Abdullah Daeng Sirua.
Kepada polisi yang menginterogasinya, tersangka mengakui perbuatannya. ”Sudah 15 kalima, Pak melakukan aksi begal. Tiap kali beraksi, saya mengancam korban menggunakan busur,” ujar Muchlis.
Usai memeriksa Muchlis, aparat Polsek Panakkukang kemudian melakukan pengembangan. Namun pelaku berusaha melarikan diri. Tiga kali tembakan peringatan tak dihiraukan.
Polisi mengarahkan pistolnya ke bagian kaki pelaku. Selanjutnya, Muchlis dibawa Rumah Sakit Bhayangkara.
untuk mendapat perawatan medis.
Dari catatan kepolisian, tersangka pernah beraksi di Jalan Racing Centre pada malam hari. Saat itu dia membawa kabur barang korban berupa 1 buah HP Samsung warna hitam, tas berisi uang tunai sekitar Rp200 ribu dan surat penting, dengan nomor laporan polisi LP/19/I/K/2016/Restabes MKS/sek Panakkukang.
Selanjutnya di Jalan Adhiyaksa Baru depan kampus STIMIK Handayani sekitar pukul 03.30 Wita, dengan nomor LP/119/I/K/2016/ Restabes MKS /Sek Panakkukang. Saat itu tersangka membawa kabur satu buah HP Nokia.
“Selain dua TKP yang disebutkan tersangka, TKP lainnya antara lain di Jalan Abdullah Daeng Sirua dengan membawa kabur 1 buah HP Nokia senter dan surat-surat penting lainnya. Di Jalan Urip Sumiharjo depan Taman Makam Pahlawan. Korbannya seorang waria dan berhasil merampas tas korban. Lalu di Jalan Racing Centre dekat pencucian motor, tersangka berhasil merampas tas berisi uang Rp200 ribu dan pakaian milik korbannya,” beber Ipda Asian Sihombing.
TKP lainnya, tambah Ipda Asian Sihombing, di Jalan Abdullah Daeng Sirua tersangka merampas 1 unit HP senter dan uang Rp275 ribu. Lalu di Jalan Adhiyaksa dengan membawa uang uang Rp400 ribu. Di Jalan Baiturahman, tersangka menggasak 1 HP Andromax dan uang Rp50 ribu.
Selain mengamankan pelaku, turut pula disita 1 unit motor Yamaha Mio Sporty warna putih bernomor polisi DD 3132 VP yang kerap digunakan melakukan aksi pembegalannya.
Saat ini Muchlis berada dalam ruang tahanan Mapolsek Panakkukang guna proses hukum lebih lanjut. (ish/rus)
Polisi Tembak Anak Polisi

BKM/ISHAK DITEMBAK-Tersangka Asriadi harus mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara setelah kakinya ditembak polisi.