Site icon Berita Kota Makassar

SYL Prihatin Masih Ada Gizi Buruk

MAKASSAR, BKM– Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengaku cukup prihatin dengan persoalan gizi buruk di tengah masyarakat, termasuk yang terjadi di kabupaten Sidrap.
Syahrul berjanji akan melihat dan meneliti seperti apa persoalan yang terjadi sehingga masih saja ditemukan kasus gizi buruk.
Menurutnya, persoalan gizi buruk yang terjadi perlu dilihat dari beberapa faktor. Penyebabnya bisa saja disebabkan oleh faktor kemiskinan dimana orang tua balita memang tidak mampu memenuhi kebutuhan asupan gizi anaknya karena kondisi keuangan yang tidak mencukupi.
Selain itu, juga bisa disebabkan ketidaktahuan orang tua akan gizi seimbang untuk pertumbuhan sang anak.
Namun ada juga karena faktor keluarga yang pecah. Ayah dan ibu bercerai, pola asuh anak tidak jelas, sehingga tidak ada yang memperhatikan persoalan makan mereka.
Dia berjanji, pemprov dan pemerintah daerah akan bersama-sama melihat persoalan seperti apa yang terjadi untuk dicarikan solusinya.
“Kami akan mainkan peran secara maksimal untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Umumnya, persoalan gizi buruk memang paling banyak disebabkan oleh faktor kemiskinan.
Namun, untuk memantau penduduk miskin agar bisa dilakukan langkah antisipatif, belum ada data akurat.
Tahun ini, pemerintah pusat mengeluarkan aturan, untuk data kemiskinan, Kementerian Sosial menjadi satu-satunya rujukan. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya ke Makassar belum lama ini berjanji akan mengeluarkan data itu secepatnya.
Namun sayang, menurut Kepala Dinas Sosial Sulsel, Ilham Andi Gazaling, data kemiskinan dari Kemensos belum ada.”Kita belum terima. Kemensos belum mengeluarkan data tersebut,” pungkasnya.
Sehari sebelumnya, bocah perempuan bernama Nurhidayah mengembuskan nafasnya yang terakhir. Nurhidayah diduga mengalami gizi buruk, di daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi.
Bayi warga Dusun Toddang Bojo, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap ini meninggal dunia dengan bobot tubuhnya yang hanya 4 kg.(rhm/war)

Exit mobile version