SEIRING kian banyaknya peminat, studio foto yang menawarkan konsep berbeda dari biasanya, terus bermunculan. Pengelolanya berlomba-lomba menawarkan tema sesuai keinginan para pengunjung.
Laporan: Arif Alqadri
SELAIN Studio Foto FX di Jalan Manuruki, usaha yang sama juga ada di Jalan Pengayoman. Namanya Studio Foto Frame. Muh Ilham Hasanuddin merupakan owner tempat ini.
Pria kelahiran Kendari, 29 April 1995 ini mengakui, studio foto dan jasa fotografer merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Apalagi jika dibarengi dengan kreatifitas dalam mendesain ruang studio sedemikian rupa, sehingga menarik perhatian pengunjung untuk selalu datang dan berfoto.
Studio Foto Frame juga menawarkan tema vintage 70-an dengan warna yang lembut dan elegan. Menurut Ilham, tema untuk latar belakang berfoto di studionya sudah dua kali berganti.
”Konsep yang kami tawarkan terinspirasi dari konsep studio foto yang ada di Indonesia. Untuk saat ini temanya vintage 70-an,” ujar Hasanuddin.
Selain itu warna vintage yang kebanyakan menggunakan warna hitam putih dan hijau toska dengan warna yang lembut. Hal itu ia lakukan semata untuk bisa memuaskan para pengunjung setianya.
“Saya sudah dua kali mengganti warna. Yang pertama saya memakai warna yang keras seperti biru terang, dan juga hijau terang. Tapi sekarng saya menggunakan warna lembut, yang menurut saya adalah konsep vintage terkini. Warna tersebut bisa bertahan lima tahun ke depan,” katanya.
Untuk tarif jasa yang diberlakukan studio foto milik Hasanuddin, angkanya bervariasi. Mulai dari harga Rp50 ribu sampai harga Rp250 ribu orang dengan jumlah maksimal 20 orang.
Sementara untuk pengunjung yang ingin berfoto lebih dari batas maksimal yang telah ditentukan, dikenakan tarif Rp20 ribu per kepala.
“Harga yang kami tentukan ini sudah termasuk untuk satu background dan sekali ganti kostum. Ini sudah cukup terjangkau,” kuncinya. (*/rus)
