Site icon Berita Kota Makassar

Warisi Kemampuan Ayah Memanah

BKM/CHAIRIL Aidha Ayu Lestari Suherman

DI dunia olahraga panahan, nama Aidha Ayu Lestari Suherman sudah tidak asing lagi. Cewek kelahiran Balikpapan, 10 Juni 1992 ini merupakan salah satu atlet panahan wanita asal Sulsel yang sudah menorehkan berbagai prestasi.
Putri pasangan H Suherman dan Hj Ernawati yang akrab disapa Aidha ini, mewarisi kemampuan ayahnya yang juga mahir memainkan busur dan panah. Sang ayah dulunya juga tercatat sebagai atlet panahan.
Ketika masih kecil, tepatnya di usia 8 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Aidha sering diajak ayahnya pergi latihan memanah. Saat itu, diam-diam Aidha memperhatikan teknik dan cara ayahnya memainkan busur dan anak panahnya.
Sayang, karena masih kecil, Aidha belum mendapatkan izin dari sang ayah untuk memegang panah dengan baik dan benar. Namun Suherman berjanji, jika sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Aidha sudah bisa mencoba dan mempelajari teknik memanah.
Setelah lulus dari bangku SD di tahun 2003, ia kemudian menagih janji sang ayah untuk mengajarinya memanah. Tidak butuh proses yang lama berlatih, Aidha sudah menguasai teknik dan cara yang baik untuk memanah. Selanjutnya, diapun memberanikan diri ikut kejuaraan nasional (kejurnas) di Surabaya pada tahun 2006. Hasilnya sungguh menggembirakan. Aidha berhasil meraih juara.
Sejak saat itulah ia lebih bersemangat lagi dan gita berlatih hingga saat ini. Sudah beberapa kali ia menjadi utusan Sulsel untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Salah satunya PON tahun 2006 di Provinsi Riau.
Di usianya yang masih muda, Aidha ingin terus mengasah kemampuannya dengan meraih berbagai prestasi di berbagai even. Kini dia bersiap untuk mengikuti PON yang akan digelar September mendatang.
”Saya lebih fokus berlatih untuk bisa mendapatkan juara lagi. Apa yang saya dapatkan saat ini berkat orang tua. Saya mendapat prestasi sebagai atlet panahan Sulsel berkat seorang ayah dan dukungan dari ibu saya. Saya mau mengikuti jejak ayah saya sebagai atlet sampai saya tua dan tidak mampu lagi menarik busur,” ujarnya.
Cewek manis yang bercita-cita menjadi dokter ini punya harapan ingin selalu membahagiakan kedua orang tuanya dan memberikan yang terbaik kepada mereka. Aidha belum berpikir untuk menikah, karena masih fokus berkarir dan membahagiakan kedua orang tuanya.
“Nikmati masa muda dulu menjadi atlet dan membahagiakan kedua orang tua. Tapi kalau target ke depan, saya mau cari pria yang bukan atlet. Saya tidak mau nanti suami saya sibuk di luar mengikuti pertandingan dan even. Nanti anak saya kesepian, jadi saya pilih pria yang biasa-biasa saja,” kuncinya. (arf/rus)

Exit mobile version