MAKASSAR, BKM — Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar menjadi satu-satunya kampus di Indonesia Timur yang melaksanan Training of Trainer (ToT) IMO Model Course 3.12. Kegiatan ini dibuka Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, diwakili Kabag Umum, Wiwi Harti.
ToT yang berlangsung selama sehari, Kamis (17/3) ini diikuti 32 dosen tetap AMI Veteran. Pematerinya berasal dari PPSDM. Mereka membahas hal-hal penting terkait peningkatan kualitas SDM pelaut serta regulasi yang berlaku saat ini.
Di depan para peserta ToT, Wiwi mengatakan bahwa Amandemen Manilai 2010 efektif berlaku 2017 mendatang. Karenanya setiap pengajar, instruktur dan penguji di bidang kelautan harus memiliki kompetensi. Hal itu ditandai dengan kepemilikan sertifikat ToT IMO Model Course 3.12.
”Banyak nilai positif dari pengalaman yang bisa diterapkan kepada anak didik. Namun juga diperlukan ilmu dan keterampilan khusus dalam mendidik para calon pelaut kita. Selain itu, pendidikan juga harus memberikan keteladanan yang tinggi kepada para anak didiknya, sehingga bisa dihasilkan tenaga pelaut yang andal,” kata Wiwi.
Disebutkan Wiwi, PPSDM Hubla terus memfasilitasi pihak-pihak yang ingin menggelar ToT bagi peningkatan SDM tenaga pengajar dan pengujinya. Salah satunya bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan latihan kemaritiman seperti AMI Veteran.
”Khusus perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, baru AMI Veteran yang menggelar ToT seperti ini. Pelaksanaan kegiatan seperti ini juga harus dibarengi ketersediaan fasilitas pendukung dan peralatan praktik di kampus,” jelas Wiwi.
Direktur AMI Veteran, Amrin A Rani menegaskan, selama ini pihaknya terus berupaya menyiapkan sarana perkuliahan untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Amendemen Manila 2010. Dari keseluruhan persyaratan itu, hampir seluruhnya telah diadakan.
”Pengadaan peralatan di kampus harus kita barengi dengan peningkatan mutu SDM. Karena itu kita laksanakan ToT IMO Model Course 3.12. Ini merupakan lanjutan ToT 6.09 yang kita laksanakan Desember 2011 lalu. Ke depan juga akan kita laksanakan ToT 6.10 untuk pengajar laboratorium,” kata Amrin.
Mantan Pembantu Direktur II AMI Veteran ini menjelaskan bahwa ToT 6.09 yang dilaksanakan bekerja sama PPSDM Hubla Kemenhub ini sama dengan pekerti yang dilaksanakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pelatihan ini ditujukan kepada kepada para pengajar. Sementara ToT 3.12 sama dengan AA Kemeristek Dikti, yang diperuntukkan bagi tenaga pengajar dan penguji.
Amrin menilai, ToT seperti ini sangat penting bagi tenaga pengajar di AMI Veteran. Sebab selain mengajar, nantinya mereka juga bisa menguji. (rus)
AMI Kampus Pertama Gelar ToT IMO Model Course 3.12

IST TOT-Kabag Umum PPSDM Hubla, Wiwi Harti (kanan) berbincang dengan Direktur AMI Veteran, Amrin Rani usai pembukaan ToT, Kamis (17/3).