JENEPONTO, BKM — Tidak harus menunggu lama bagi Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar untuk mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Iksan telah mencopot jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) yang selama ini dipegang Hasanuddin Turatea, yang pada Rabu (16/3) sore tertangkap tangan dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.
”Jabatan sekwan tidak boleh terlalu lama kosong. Mudah-mudahan hari Senin (20/3) sudah ada penggantinya,” kata Iksan saat menerima Ketua KNPI Jeneponto, Nurlewa Saad bersama pengurus lainnya di Rujab Bupati, Kamis (17/3).
Bupati kemudian menyebut sejumlah nama yang pernah bertugas sebagai sekwan dan berpeluang menggantikan Hasanuddin. Masing-masing Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Awal Parampassi, Staf Ahli Ginawati Paledengi, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jeneponto Muh Asrul. Ketiga nama tersebut merupakan permintaan DPRD.
”Soal siapa yang akan menjadi sekwan, tergantung Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan),” ujar Iksan.
Berbicara secara terpisah, istri Hasanuddin, Suartini Karaeng Bola berani mengangkat sumpah bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengetahui kalau suaminya menggunakan narkoba. ”Demi Allah kalau saya tahu suamiku memakai narkoba,” cetusnya, kemarin.
Diapun prihatin atas apa yang terjadi pada suaminya saat ini. Sebab selama ini ia sudah melaksanakan seluruh tugas yang diberikan ketua dan anggota DPRD Jeneponto, serta eksekutif.
”Semuanya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu saya anggap peristiwa ini sebagai musibah dan cobaan yang maha berat,” ujarnya sedih.
Sebenarnya, menurut Suartini, ia dan keluarga lain tak ingin menyampaikan kasus yang dialami Hasanuddin ke anak-anaknya. Namun akhirnya mereka mengetahuinya dari media.
”Jadi tolong teman-teman wartawan jangan terlalu memojokkan suami saya kodong, karena akan melukai hati saya, keluarga dan anak anak,” pinta Karaeng Bola.
Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno mengatakan, barang bukti yang diduga sabu seberat 1,1 gram serta urine sudah dikirim ke labfor Polda Sulsel. Hasilnya akan diketahui hari ini, Jumat (18/3).
”Soal dari mana barang itu diperoleh, kita belum bisa pastikan. Karena keterangan yang disampaikan, selalu berubah-ubah. Kadang menyebut si A, ternyata setelah diselidiki, tidak benar. Dia juga masih tertutup dan belum mau menunjuk siapa teman sejawat yang ditemaninya menikmati sabu. Tapi yang jelas, menurut informasi, dia sering memakai sabu di ruang kerja,” beber Joko Sumarno.
Ketua KNPI Jeneponto, Nurlewa Saad berjanji akan terus mempressur pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini. ”Polisi harus membongkar sampai ke akar-akarnya, karena sudah sangat meresahkan dan merambah ke semua strata,” tandasnya. (krk/rus/b)
Kapolres: Dia Sering Nyabu di Ruang Kerjanya

Dilapor Staf, Sekwan Tertangkap Kantongi Sabu