MAMUJU, BKM — Kabupaten Mamuju melalui Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) menggelar rapat persiapan mengenai penilaian kebersihan. Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Mamuju, Irwan Pababari, bertempat di ruang kerjanya, Kamis (17/3).
Wabup Irwan Pababari menyampaikan beberapa petunjuk kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengikuti pertemuan itu terkait persiapan melaksanakan kebersihan. Dalam menjelang penilaian piala Adipura, katanya, salah satu poin penting yang harus dilakukan dalam 100 hari pertama pemerintahannya bersama Bupati Mamuju, Habsi Wahid.
Ia menyebut program yang diusung bertajuk Mamuju Mapaccing tersebut memiliki konsep melibatkan kerjasama semua elemen. Bukan hanya pemerintah, tapi juga pihak BUMN seperti perbankan, instansi vertikal serta partisipasi masyarakat agar dapat bersama-sama mewujudkan Mamuju yang bersih, asri, hijau, dan nyaman.
”Untuk memberikan yang terbaik dalam melaksanakan kebersihan di Mamuju ini, selain kita ikut dalam lomba meraih Adipura, juga Mamuju ini adalah ibukota provinsi. Bahkan ia menjelaskan, dengan tiga poin besar dalam visi misi yang dicetusnya bersama bupati Mamuju, yakni Mamuju yang maju, sejahtera, dan ramah. Ketiga poin inilah yang menjadi acuan untuk mewujudkan mimpi meraih predikat sebagai kota terbersih. Bukan sekedar piagam Adipura, namun juga pialanya,” paparnya.
Mamuju akan didorong dalam mencapai kesejahteraan dan keramahan. Poin ketiga inilah yang menjadi turunan untuk Mamuju yang bersih dan asri. Kami tidak ingin kehilangan momentum bahwa satu atau dua tahun ke depan Kabupaten Mamuju dapat meraih piala Adipura,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar, Khaeruddin Anas yang turut hadir dalam rapat tersebut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mamuju yang gencar melakukan bersih-bersih. Namun ia sedikit menjelaskan masalah kebersihan bukan hanya persoalan sampah. Tapi juga persoalan keteraturan berlalulintas di jalan.
Khaeruddin Anas juga memberikan beberapa saran kepada pihak Pemerintah Kabupaten Mamuju, mengenai langkah yang harus dilakukan Pemkab Mamuju dalam memperhatikan masalah keberadaan bus sekolah sebagai salah satu aspek penting yang berkaitan dengan kebersihan dan keteraturan.
Menurutnya, semakin banyak penggunaaan sepeda motor oleh anak-anak yang notabene belum layak mengendarai karena belum cukup umur, maka akan semakin menciptakan kesemrawutan dan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. ”Bahkan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar ini menjelaskan, banyaknya kelas jalan dalam kota Mamuju yang sebenarnya tidak boleh dilalui truk-truk berkapasitas besar, namun tetap dilalui karena tidak ada rambu-rambu lalu lintas yang terpasang,” ujarnya.
Ada jalan yang memang bisa dilewati truk bertonase tertentu dan ada juga yang tidak. Tapi truk tidak pilih kelas jalan. Semua dilewati. Akibat dari ulah sopir truk tersebut, selain menimbulkan kemacetan juga memicu kecelakaan dan membuat jalan kota menjadi rusak, kumuh dan kotor.
”Kami dari pihak Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar sangat mendorong agar selain Adipura, nantinya Mamuju bisa meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha yaitu penghargaan kepada kota-kota yang mampu menata transportasi publik dengan baik,” katanya.
Rapat ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Mamuju, M Syahrir, Kepala Bapedalda, Luthfi Muis, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Mamuju, Amran, serta para kepala SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju. (ala/mir/c)