MAKASSAR, BKM — Univeritas Indonesia Timur (UIT) Makassar, dengan sumberdaya manusia dan sarana prasarana pendukung yang begitu besar, adalah universitas swasta yang memiliki prospek baik di masa depan. Bukan hanya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), melainkan juga di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Hafara Consulting, Dr Supriyadi, SE, Msididampingi Dr Ratna Ekawati, SE, M.Si pada seminar ke-7 Pemantapan Internal SDM Menuju Akreditasi ISO 9001:2008 Univeritas Indonesia Timur, Kamis (17/3) Seminar yang berlangsung di Ruang Seminar Rumah Sakit Umum Wisata, Kampus 5 UIT ini diikuti kurang lebih 60 orang peserta dari LPM, Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas dan Pascasarjana, Dekan Fakultas dan Kaprodi, serta sejumlah dosen.
Dr Supriyadi menjelaskan, Hafara Raja Pratama merupakan perusahaan konsulting yang bergerak di bidang konsultan sistem manajemen mutu pada Industri manufaktur, jasa dan pendidikan. Perusahaan ini, kata dia, berdiri dan berkembang berawal dari pemberian jasa konsultasi di bidang sistem manajemen mutu pada industri tekstil, industri interior otomotif dan pendidikan.
Pembenahan manajemen dan sistem, yang kini tengah berjalan di UIT, katanya, salah satu langkahnya adalah dengan memasuki standar ISO.
“Inti dari penerapan ISO 9001:2008 adalah perbaikan yang berkesinambungan (continous improvement) sehingga dalam penerapannya setiap organisasi dituntut untuk melakukan perbaikan-perbaikan di semua lini secara bertahap sesuai dengan konsep PDCA (Plan–Do–Check–Action). “Ini juga akan mendukung kemudahan akreditasi UIT oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT),” jelasnya.
Rektor Univeritas Indonesia Timur (UIT) Prof Dr H Baso Amang, SE., M.Si sangat berharap jajaran akademisi, pegawai dan staf, membuka peluang bagi proses sertifikasi ISO ini berjalan, yang akan sangat membantu UIT mencapai standar mutu, dan menjadikan UIT sebagai kampus berkualitas internasional.
Wakil Rektor I UIT, Prof. Dr. H. Abdul Rahman, SH. MH, saat memberikan pandangannya saat sesi diskusi menyebutkan langkah-langkah yang sudah dimulai seluruh lapisan manajemen di UIT, hendaknya belajar dari pengalaman sebelumnya. “Kita sedang memulai langkah besar, jangan lagi mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan,” ujarnya.
Terkadang, perencanaan matang yang sudah disusun sedari awal malah hancur di tengah jalan karena dalam pelaksanaannya, sumberdaya manusia tidak mendukung. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan penerapan ISO 9001, bisa tidak berjalan mulus, untuk itu diperlukan kesiapan.
Sepekan sebelumnya Ketua Yayasan Indonesia Timur, H. Haruna, MM MBA, menegaskan sikap dan meminta agar rektor mendukung sepenuhnya kebijakan pembersihan UIT dari praktik orang perorangan di jajaran akademik, yang menyimpang dari prinsip-prinsip ilmiah dan budaya kampus. (rls)
Prospek UIT di KTI sangat Baik
