MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Mohammad Ramadhan Pomanto mengerahkan ribuan pegawainya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Antang. Kerja bakti besar-besaran dilakukan di tempat ini, Jumat pagi (18/3).
Di bawah komando Wali Kota, seluruh pegawai dari semua unit kerja menyebar sesuai dengan zona yang telah ditentukan. Mereka melakukan aksi bersih-bersih, memungut, mengumpulkan, memilah sampah, hingga mengeruk kanal dengan berbagai peralatan kebersihan yang dibawa dari rumah.
Selain pegawai pemkot, aparat TNI juga terlihat ikut tumpah dan menyebar di tengah timbunan sampah yang menggunung. Wali Kota yang mengenakan sepatu boot, bahkan naik ke atas mobil eskavator mendampingi operator alat berat itu untuk mengeruk timbunan sampah.
Ironisnya, dari pantauan BKM di lokasi, saat wali kota tengah sibuk mengurusi sampah, sejumlah pejabat pemkot, diantaranya beberapa kadis terlihat hanya menginstrusikan anak buahnya untuk melakukan aksi bersih-bersih. Sementara para kadis duduk-duduk santai berteduh di kolong rumah warga yang ada di sekitar TPA.
”Pagi ini kita menyaksikan bagaimana sampah menjadi masalah besar yang harus kita tangani secara bersama-sama. Seluruh kekuatan di pemerintahan kita turunkan, termasuk teman-teman kita dari TNI, semua bersatu di sini. Satu hal yang paling esensi adalah membuka mata hati kita untuk melihat secara langsung tentang beratnya beban seluruh petugas kebersihan kita dalam mengurusi sampah setiap hari,” ujar Wali Kota saat memberi pengarahan, sesaat sebelum kerja bakti dimulai.
Menurut Danny, meskipun nama TPA Antang sudah tidak asing bagi warga kota Makassar, namun melihat langsung seperti apa kondisinya, masih sangat jarang orang melakukannya.
“Nanti, setelah kita pulang dari tempat ini, tanamkan di ingatan kita tentang begitu beratnya beban TPA kita. Begitu beratnya beban petugas sampah kita. Begitu beratnya para pemulung memilah sampah kita di sini. Saya yakin, setelah mata kepala melihat ini semua, pasti akan tumbuh kesadaran di batin kita. Mulailah dengan hari ini, besok dan seterusnya. Jangan biarkan sampah-sampah plastik, sampah-sampah kaca, sampah-sampah organik saling bercampur, karena sangat sulit untuk mengurainya disini. Cukuplah persoalan pemilahan hanya sampai di bank sampah saja. Manfaatkan kantong sampah yang kita bagikan. Mulailah kita memilah berdasarkan peruntukkannya,” lanjut Danny, sambil terus menjelaskan cara kerja bank sampah dan juga rencana pembangunan TPA bintang lima.
Tidak kurang empat jam lamanya, Danny bersama ribuan pegawai Pemkot Makassar menyisir seluruh zona di TPA yang memiliki luas sekitar 16 hektare ini. Sejak pukul enam pagi, di tengah bau yang menyengat serta tumpukan sampah yang sebagian berlumpur akibat genangan air, mereka memungut, mengumpulkan dan memilah sampah, mengeruk selokan. Termasuk ikut membantu meretas jalur mobil-mobil sampah yang terhalang berbagai jenis campuran sampah.
Di zona gunung sampah, tidak kurang tujuh mobil eskavator terus menggali dan memindahkan sampah-sampah yang menutupi akses lalulintas mobil-mobil sampah yang bersileweran. Seluruh pimpinan unit kerja terlihat sibuk mengkordinir seluruh stafnya di setiap zona masing-masing.
Di tempat ini, Danny juga menjelaskan tentang update pembangunan TPA bintang lima yang konsepnya dirancangnya sendiri.
“Di sini kita bangun bank sampah induk serta pembangkit listrik dari gas sampah. Selain itu juga kita adakan mesin pengolahan sampah plastik dan kaca untuk industri kecil masyarakat kita. Insya Allah untuk tahap awal tahun ini selesai,” ujarnya penuh optimis.
Kerja bakti ini menurut Danny merupakan salah satu rutinitas pegawai Pemkot Makassar yang digelar setiap hari Jumat pagi.
“Biasanya kerja bakti digelar setiap Jumat pagi di wilayah binaan masing-masing. Tapi khusus hari ini, seluruh kekuatan kita satukan untuk fokus di TPA Antang, sekaligus untuk melihat dan membuka mata hati kita tentang salah satu persoalan substansi persampahan kita,” tandas Danny.
Selain Danny, Wakil Wali Kota Syamsu Rizal juga terlihat ikut dalam kerja bakti ini. Ditemui di sela-sela aksi bersih-bersih, Deng Ical mengatakan, kerja bakti massal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, serta terus menggalakkan program Pemkot Makassar, yakni Makassarta Tidak Rantasa (MTR). Juga sebagai langkah awal untuk penataan TPA Antang menjadi lebih baik.
”Untuk mewujudkan TPA bintang lima tentu bukan tugas Dinas Kebersihan semata. Tetapi juga menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,” kata mantan anggota DPRD Kota Makassar ini.
Komandan Kodim (Dandim) 1408, Letkol Jery Oktavian Rotty yang ditemui di lokasi kerja bakti, mengatakan keterlibatan aparat TNI dalam kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan. Ia berharap jajaran TNI dapat membantu mewujudkan Makassar lebih baik, bersih dan nyaman.
”Kami turunkan ratusan personel untuk bersama-sama melakukan kerja bakti. Kami di TNI dan masyarakat Makassar tentu ingin melihat kota ini semakin baik dan bersih,” ujar Dandim. (arf-jun/rus)
Wali Kota Keruk Sampah, Pejabatnya Duduk Santai

Ribuan Pegawai dan TNI Dikerahkan ke TPA Antang