MAKASSAR, BKM — Kendati Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel baru akan dihelat 2018 nanti, konstalasi politik di Sulsel makin tinggi. Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal maju, saat ini malah sudah gencar melakukan sosialisasi.
Dari sejumlah nama yang sudah mengemuka, ternyata nama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto juga ikut disebut-sebut. Malahan, Danny dinilai cukup berpotensi meraup suara jika maju di Pilgub nanti.
Dosen Ilmu Politik Universitas Bosowa (Unibos) 45, Arief Wicaksono saat di Warkop Daeng Sija Mal Panakkukang, Minggu (20/3) menilai, sebagai Wali Kota Makassar, Danny memiliki penduduk dengan wajib pilih terbesar di Sulsel. “Menggandeng Danny Pomanto sama dengan memegang suara mayoritas di Makassar,” ujar Arief.
Arief mengatakan, jika Danny maju di Pilgub, maka akan banyak politisi yang mengincarnya. Ia meyakini, cukup banyak pendukung Danny di Makassar.
Namun, walaupun tidak maju di Pilgub, Danny akan tetap diajak para kandidat untuk melakukan deal-deal politik. Arief meyakini, tahun 2017 nanti, Danny akan disibukkan dengan komunikasi politik bersama calon kandidat lainnya.
“Ikut dan menggandeng Danny dalam sosialisasi merupakan kekuatan tersendiri. Apalagi kandidat tersebut berhasil mengunci Danny hanya untuk dia. Ini menjadi warning bagi kandidat lain,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan dosen politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Arqam Azikin. Arqam yang juga berada di Warkop Dg Sija ini menilai Pilgub 2018 akan berbeda dengan pesta demokrasi sebelumnya. Dengan dilakukan secara serentak, strategi politik juga menjadi berubah.
“Ini konsekuensi dari perubahan sistem. Jika dulunya variabelnya hanya partai, cari wakil dan geopolitik, sekarang calon gubernur harus memilih tandem yang tepat,” katanya.
Secara tidak langsung, lanjut Arqam, calon gubernur harus selektif dalam memilih wakil di Pilgub. Begitupun calon wali kota, bertandem dengan kandidat Pilgub harus disukai pemilih suara di Makassar. Pasalnya, Pilgub Sulsel akan berlangsung bersamaan dengan Pilwali Makassar. Namun, Arqam menilai, jika Danny belum akan berpikir di Pilgub walaupun ia cukup punya kans di arena yang lebih besar. Danny, kata Arqam, masih akan kembali bertarung di Pilwali Makassar.
Lantas apa tanggapan Danny terkait penilaian pengamat jika ia punya peluang maju di Pilgub? Dihubungi melalui ponselnya, Minggu (20/3), Danny mengaku saat ini ia masih fokus terhadap pembangunan di Makassar.
Danny mengaku belum berpikir untuk ikut dalam kontestasi Pilgub Sulsel. Ia saat ini masih terus fokus untuk menjadikan Makassar lebih baik sesuai amanah yang diberikan rakyat kepadanya.
Danny menegaskan, meski banyak dorongan yang datang menghampirinya, arsitektur ini tetap fokus menyelesaikan persoalan dan menjadikan Kota Makassar jadi lebih baik.
“Saya belum berpikir lain selain bagaimana saya menyelesaikan amanah rakyat untuk Kota Makassar menjadi lebih baik,” singkat Danny. (ita-arf/rif)
Disebut Punya Kans di Pilgub, Danny Bilang Masih Benahi Makassar
