MAKASSAR, BKM–Hasil roadshow Plt Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulsel Sri Sajekti Sudjunadi alias Jeanette dalam sepekan ini menghasilkan keputusan yakni 11 ketua DPD yang sebelumnya direposisi oleh Luthfi A. Mutty sudah final.
Dari sejumlah fakta yang ditemukan Jeanette didaerah yang dikunjungi menemukan sekretariat yang tidak memiliki alat tulis kantor (ATK), papan nama organisasi politik, struktur kepengurusan, struktur DPC hingga sekretariat yang hanya modal alas tikar atau terpal.
Olehnya itu, mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Pangkep, Sofyan Hamid menerima keputusan hasil roadshow Jeanette. “Semoga kedepan Partai Nasdem semakin baik. Yang jelas partai ini jangan hanya slogan, semoga kedepannya partai ini menghargai hasil keringat kadernya. Kami inilah yang berjuang pada verifikasi awal dulu,”ujar Sofyan Hamid, Minggu (20/3).
Sofyan juga mengakui kekecewaan Jeanette lantaran melihat kondisi sekretariat DPD Nasdem Pangkep. Namun, kondisi tersebut memiliki alasan yang bisa dipertanggung jawabkan. Menurutnya, kondisi sekretariat yang tanpa atribut partai dikarenakan rasa sakit hati Sofyan dipecat oleh Luthfi.
“Itu sekret milik pribadi saya, saya gratiskan selama dua tahun. Karena saya dipecat tentunya saya kosongkan dan carikan kontrak. Soal Jeanette menunggu lama karena saya tidak yakin jika ada DPP yang hadir. Karena saat ini banyak penipuan yang mencatut nama DPP, jadi saya cuma hati-hati,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan mantan ketua DPD Enrekang, Lihanuddin. Menurutnya, reposisi merupakan hal yang biasa terjadi dipolitik. Apa yang diputuskan partai merupakan kebijakan untuk membuat partai menjadi lebih baik lagi. “Ya beginilah politik. Jadi saya tidak usah berkomentar, tidak adami guna-gunanya,” kata Lihanuddin.
Lihanuddin juga membenarkan jika sekretariat yang ia sediakan tidak memiliki kursi ataupun meja. Sehingga Jeanette hanya duduk melantai pada saat ia datang beberapa waktu yang lalu. Namun, Lihanuddin beralasan, tidak adanya kursi di Sekretariatnya karena sistem yang ia berlakukan memang tak menggunakan kursi disetiap aktivitas disekretariat. “Jadi kami dari dulu memang tak menggunakan kursi dalam rapat-rapat. Tetapi soal ibu Jeanette tak mendapatkan berkas-berkas disini, saya tegaskan ada lawan kami sengaja menghilangkan untuk mencari kesalan kami,”pungkasnya. (ita/rif)