Site icon Berita Kota Makassar

Masalah Teroris Perlu Ditangkal Sedini Mungkin

IST KUNJUNGAN -- Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto didampingi Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa.

MAMASA, BKM — Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi Pudji Hartanto didampingi isterinya, Wahyu Ratnasari Pudji Hartanto didampingi Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (17/3). Pada kesempatan tersebut, Kapolda menyorot tentang peningkatan moralitas bangsa dengan mengedepankan pendekatan dari perspektif budaya.
”Budaya suatu daerah harus dipertahankan dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh agar tidak terkikis oleh budaya luar. Apabila budaya luar telah mendominasi suatu daerah, maka daerah tersebut tidak lagi memiliki identitas dan ciri khasnya,” ujar Kapolda yang telah berkunjung ke 26 Polres di Sulawesi Selatan dan Barat selama masa jabatannya itu.
Dalam acara tatap muka dengan masyarakat Kabupaten Mamasa di kantor Polres Mamasa itu, Pudji Hartanto menjelaskan, era sekarang adalah era teknologi informasi. Dan sistem keamanan pun harus mengikuti perkembangan tersebut. Kemudahan mengakses berbagai informasi lewat perangkat teknologi informasi telah merangsang munculnya kejahatan baru yang disebut dengan cyber crime. Oleh karena itu, polisi dituntut untuk dapat menguasai teknologi informasi secara mendalam.
Menyinggung soal maraknya kejahatan narkotika di Indonesia dan isu terorisme, Pudji menekankan, walau di Mamasa belum mendeteksi keberadaan terorisme, tetapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Mengingat, jaringan teror telah mengglobal. Masalah narkoba pun demikian, Polres setempat harus mampu menangkal usaha penyelundupan narkotika ke wilayahnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme. ”Walau Mamasa dan bahkan semua kabupaten kota di Sulawesi Barat tidak mendeteksi keberadaan terorisme, tetapi perlu diketahui, Mamasa secara geografis sangat dekat dengan Poso,” kata gubernur yang akan mengakhiri jabatannya pada akhir tahun 2016 ini.
Senada dengan itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi juga menekankan pentingnya mempertahankan stabilitas keamanan di wilayahnya. Menurutnya, pengalaman pahit selama tujuh tahun pada masa yang lalu, Mamasa dilanda konflik. Terutama pada saat perjuangan pembentukan kabupaten Mamasa, telah menyisakan luka mendalam bagi masyarakat kabupaten Mamasa. ”Kami tidak mau lagi dilanda kekacauan. Masalah teroris perlu ditangkal sedini mungkin. Dan itu bukan hanya tugas polisi. Tetapi peran semua warga diperlukan untuk melaporkan jika ada gerakan atau hal-hal yang mencurigakan,” ujar Ramlan. (dar/mir/c)

Exit mobile version