BANTAENG, BKM — Bupati Bantaeng, Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, tahun 2008 Bantaeng adalah kota mati.
“Awal kedatangan saya sebagai Bupati pada tahun 2008 lalu, Bantaeng ini adalah kota mati”, katanya.
Hal tersebut diungkapkan di hadapan ratusan mahasiswa dari Universitas Bosowa 45 dan Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Soppeng di ajungan pantai Seruni, Sabtu malam (19/3). Dijelaskannya, bahwa ungkapannya tersebut bukan bermaksud merendahkan para pendahulunya.
Tapi, kata dia, kodisi Bantaeng pada waktu itu belum seperti sekarang ini. “Saya tidak bermaksud merendahkan para pendahulu saya. Hal ini saya ungkapkan semata-mata hanya sebatas menggambarkan keadaan Bantaeng 2008 silam dibandingkan sekarang”, paparnya.
Kondisi Bantaeng delapan tahum silam dan keadaan dimasa kini, divisualisasikan melalui in-fokus ke layar lebar. Tampak jelas bagaimana kodisi Butta Toa sebelum dan sesudah Nurdin Allah menjabat bupati.
Dikatakannya, dia memaklumi kalau Bantaeng sebelum masa pemerintahannya seperti itu keadaannya. Hal ini dikarenakan APBD Bantaeng paling kecil dibanding daerah lainnya di Sulsel.
Nurdin melanjutkan, walaupun APBD kecil jika dikelola oleh orang yang jujur, pasti akan optimal pemanfaatannya. Terbukti, kata dia lagi, pantai Seruni yang dulunya dijadikan oleh warga sekitar sebagai WC terpanjang di dunia, kini berubah menjadi tempat rekreasi keluarga yang menyejukkan dan menghibur.
Begitu pula pantai Marina Korong Batu, dulunya adalah lahan tidur yang tidak produktif disulap menjadi obyek wisata bahari.
Dari anjungan Seruni, Nurdin berpindah ke sentra kuliner. Tepatnya di cafe terapung. Disini, dia menemui 40 orang alumni tahum 1975, 1976, 1977, SD Shanto Jacobus Makassar.
Dia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah berpikir menjadi bupati. Tapi karena di”demo” oleh masyarakat Bantaenh yang mendesaknya untuk ke Bantaeng menjadi bupati, akhirnya dia bersedia.
Saat dirinya menerima desakan masyarakat, sejumlah pimpinan parpol datang menawarkan secara partainya untuk dikendarai secara gratis. “Suatu kesyukuran bagi saya, karena parpol yang datang melamar saya secara gratis”, ujarnya. (wam/C)