Muda, cantik, cerdas dan peduli. Empat kata ini cukup menggambarkan sosok Titin Hidayah. Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini ternyata begitu peduli dengan persoalan lingkungan. Di tengah kesibukan kuliahnya, wanita berparas cantik ini selalu mengisi waktu lowongnya untuk kegiatan-kegiatan bermanfaat. Salah satunya turun ke lapangan mmensosialisasikan tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan, termasuk persoalan energi.
Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam sebuah organisasi lingkungan dan energi, Titin tak ingin membuang masa mudanya dengan hal-hal yang tidak penting. Ketika banyak rekan yang seusianya mengisi harinya dengan kongkow-kongkow di mal, Titin memilih turun menanam pohon atau berdialog dengan masyarakat tentang betapa pentingnya menghemat energi.
“Kami tiap saat rutin turun ke lapangan mengajak masyarakat menanam pohon dan menghemat energi,” kata Titin.
Menurut Titin, dengan gerakan menanam pohon, ia berharap masyarakat sadar betapa pentingnya keberadaan pohon di tengah permukiman. Pohon, kata Titin, bisa mencegah polusi udara dan membuat lingkungan jadi sejuk.
Menurut Titin, upaya ini adalah untuk mencegah pemanasan global yang mengancam dunia. Tingginya emisi karbon dioksida dapat memicu pemanasa global. Makanya, dengan menanam pohon, emisi karbon dioksida bisa dikurangi.
“Saya juga sering turun mengajak masyarakat untuk menghemat listrik dengan mematikan lampu dan peralatan listrik selama satu jam,” kata Titin yang ditemui saat turun mengkampanyekan hemat energi di Benteng Fort Rotterdam Makassar beberapa waktu lalu.
Titin Hidayah, Aktivis LingkunganWanita kelahiran Malaysia, 19 Januari 1995 ini mengaku bukan baru tahun ini ia terlibat dalam kampanye lingkungan dan hemat energi ini. Ia sudah terlibat sejak enam tahun lalu.
Anak tunggal pasangan Drs Muhyani dan Dra Rosmiyati mengaku, ia sudah terlanjur cinta dengan kegiatan sosialnya ini. Makanya, sesibuk apapun kuliahnya di kampus, ia akan tetap menyisikan waktu untuk kegiatan lingkungan dan energi.
Titin Hidayah, Aktivis LingkunganDitanya soal cita-citanya, Titin mengaku setelah selesai kuliah, ia ingin menjadi seorang entrepreneruship. Walaupun, kata dia, kedua orang tuanya menginginkan ia bekerja sebagai abdi negara di kantor pemerintahan.
“Orang tua izinkan buka usaha asalkan jadi PNS dulu. Kata mereka menjadi PNS itu lebih terjamin karena orang tua saya adalah PNS,” ucapnya.
Lantaran berparas cantik, Titin juga banyak mendapat tawaran sebagai model. Namun ia menolak karena ia tidak terlalu suka berpenampilan seksi. (ita)
Tak Suka Tampil Seksi

Titin Hidayah, Aktivis Lingkungan