Site icon Berita Kota Makassar

Pramuria akan Dilatih jadi Pramusaji

Tak bisa dipungkiri jika sejumlah tempat hiburan malam (THM) yang berada di Jalan Nusantara ditutup, maka ratusan karyawan dan karyawati serta pramuria di lokasi ini terancam kehilangan pekerjaan. Namun, Pemkot Makassar menjamin jika tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK).

Laporan: Arif Qadri-Ardhita Anggraeni

Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar. Zulkarnain Ali Naru mengatakan, karyawan THM di Jalan Nusantara tidak perlu risau dengan kebijakan Pemkot Makassar yang akan menjadikan lokasi tersebut menjadi kawasan kuliner. Pasalnya, menurut Zulkarnain, para pekerja THM nanti akan tetap direkrut untuk sejumlah rumah-rumah makan.
Zulkarnain juga mengungkapkan, selama ini yang membuat resah bukan karyawan dan karyawati THM, tapi sejumlah pedagang kaki lima yang berjejer di beberapa titik di Nusantara.
“Sebenarnya wanita-wanita berpakaian seksi yang berkeliaran di Jalan Nusantara itu bukan pekerja THM. Mereka adalah wanita yang melayani tamu minum kopi atau teh di pedagang kaki lima,” kata Zul, sapaan Zulkarnain.
Untuk itu, sebelum kawasan Nusantara diubah menjadi kawasan kuliner, Zul berharap Pemkot Makassar segera menertibkan para pedagang kaki lima tersebut.
Mengenai tanggapan pengusaha THM, Zul menyampaikan jika pengusaha THM siap mendukung program ini. Bahkan, mereka juga siap beralih ke bisnis kuliner. Namun, tetap dengan menyuguhkan hiburan-hiburan.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara meminta jika Pemkot menyulap kawasan Jalan Nusantara menjadi kawasan kuliner, maka harus memerhatikan nasib karyawan dan karyawati THM, termasuk para pengusaha THM.
“Kita tidak ingin dengan perubahan kawasan kuliner menimbulkan masalah baru,” katanya.
Malah, untuk mengubah imej Jalan Nusantara sebagai kawasan prostitusi, Abdi mengusulkan agar nama jalan diganti.
“Desakan untuk merubah beberapa nama jalan, sudah datang dari sejumlah warga. Termasuk mengganti nama Jalan Nusantara. Kita tinggal menunggu sikap dari Pemkot,” ujar Abdi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto menjamin jika Nusantara dijadikan kawasan kuliner tidak akan ada yang dirugikan.
Untuk karyawan dan karyawati THM, Danny mengaku nanti akan dilatih dari pramuria menjadi pramusaji. “Nanti dibikinkan pelatihan bagaimana menjadi pramusaji yang baik. Dengan begitu mereka akan digunakan sejumlah rumah makan,” katanya.
Terkait nasib para pengusaha THM, Danny mempersilakan mereka beralih bisnis dari bisnis THM menjadi bisnis kuliner. “Pengurusan izinnya akan kami permudah. Bahkan kalau mau dikasih gratis pengurusan izinnya, nanti kami akan kasih,” kata Danny belum lama ini.
Pemkot, kata Danny, telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan sejumlah pengusaha terkait kawasan kuliner di Nusantara yang akan dibuka April nanti.
“Nanti di depan pelabuhan Makassar hingga ke arah Jalan Ahmad Yani akan menjadi pusat kuliner yang menjual aneka ragam jenis makanan dan minuman seperti coto, konro, pallubasa dan minuman kopi,” katanya.
“Kawasan Jalan Nusantara akan berubah wajah yang lebih bersahabat dengan mengambil aspirasi dari masyarakat, dan kepentingan bisnis. Tetapi bisnis yang ada di Kawasan Nusantara harus sehat dan bebas dari prostitusi dan narkoba,” tegas Danny. (arf/ita/maf)

Exit mobile version