MAKASSAR, BKM — Lorong garden (Longgar) di Jalan Toddopuli II, RW 07, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar kembali menjadi lokasi kunjungan tamu dari luar negeri. Kali ini yang datang berkunjung adalah Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop.
Kedatangan Menlu Australia yang didampingi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Selasa (22/3) ini disambut antusias warga setempat. Hujan rintik-rintik ikut menyambut menteri wanita asal Negeri Kangguru itu.
Dalam kunjungan ini, Danny, sapaan akrab Wali Kota tampak bersemangat mengajak Menlu Australia berkeliling melihat suasana di dalam lorong. Wanita berambut pirang yang dipotong pendek itu terlihat begitu mengagumi lorong-lorong yang ada di Jalan Toddopuli II. Sepanjang lorong terlihat dihiasi pot bunga, yang membuat suasana tampak asri, indah dan nyaman.
Kekaguaman di raut wajah Julie Bishop semakin terlihat ketika Danny memperlihatkan inovasi terbarunya, yakni kantong plastik sampah yang digantung di depan rumah warga. Termasuk berbagai inovasi lainnya, seperti komposer atau alat kompos.
Meski hujan rintik-rintik masih terus membasahi daun-daun hijau yang ada di lorong, Julie Bishop bersama rombongannya semakin bersemangat mengintari lorong dan melihat aneka macam tanaman yang ada.
Menurut Danny, kehadiran menteri seperti Julie Bishop dari Australia, bahkan menyempatkan waktu untuk berkeliling menyambangi Longgar di Makassar, merupakan hal yang luar bisa. Hal itu menandakan Kota Makassar memiliki keunggulan pada skala nasional maupun internasional.
“Inti dari sebuah kekuatan daerah atau negara itu adalah rakyat. Karena itu kita harus memperlihatkan dinamika rakyat untuk pembangunan Kota Makassar yang baik. Apalagi melihat sejarah, Makassar dan Australia sejak dulu telah menjalani hubungan yang baik. Ini akan semakin membuat hubungan antara Australia dan Makassar semakin erat,” ujar Danny.
Selain itu, posisi Julie Bishop yang secara politik di Australia adalah wakil dari partai terbesar yang sampai saat ini masih berkuasa, membuat Kota Makassar secara politik menjadi bagian yang paling penting.
”Ini merupakan hal yang luar biasa. Kami berharap keakraban antara Makassar dan Australia dapat terus berjalan dengan baik dan terus bekerjasama melalui berbagai program, seperti pertukaran budaya, sister city ataupun pembangunan sekolah. Itu juga akan semakin diperkuat, karena untuk ke Australia sudah tidak perlu lagi menggunakan visa,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Menlu Australia, Julie Bishop mengatakan, kunjungannya ke Makassar sebagai awal untuk membangun kerjasama bilateral antara Makassar dan Australia. Selain itu, juga menyukseskan program-program yang ada untuk pembangunan kota lebih baik.
“Momen ini menjadi babak baru untuk kerjasama antara Kota Makassar dan Australia. Melihat Kota Makassar yang sangat dinamis, menjadi alasan untuk membuka konsulat di Makassar. Ini merupakan yang pertama di Indonesia Timur,” ujar Julie.
Usai kunjungan ke lorong garden, Julie Bishop meresmikan konsulat jenderal (konjen) Australia di Makassar, yang berada di Gedung Wisma Kalla, Jalan Dr Sam Ratulangi. Ini merupakan konjen Australia ketiga yang ada di Indonesia, setelah Jakarta dan Bali. Richard Mathews ditunjuk sebagai Konsul Jenderal Australia yang perdana di Makassar.
Sejaligus mengunjungi Museum Kota Makassar dimana Menteri Bishop membuka selubung Batik Yirrkala dan kemudian ke Universitas Hasanuddin dimana Menteri Bishop akan menyampaikan pidato pada pukul 16.15 WITA.
Menlu Australia dalam bahasa Indonesia mengatakan, ”Hari ini saya telah meresmikan Konsulat-Jenderal Australia yang pertama di Makassar, khususnya Sulawesi Selatan dan akan terus menjalin kerjasama dan kemitraan yang baik tentunya.”
Dikatakan, ke depan Australia bertekad untuk mengembangkan kemitraan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dan memperluas hubungan antarwarga. “Konsulat jenderal ini akan memperdalam hubungan bisnis, pendidikan, dan kebudayaan kita dengan provinsi-provinsi Indonesia Timur,” tambahnya.
Selain itu, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan Indonesia Timur sehingga menjadi tujuan perdagangan dan investasi Australia yang semakin populer, khususnya dalam sektor sumber daya, agribisnis dan pengolahan makanan.
Tidak hanya itu, urbanisasi dan pertumbuhan kelas menengah di kota-kota seperti Makassar, juga membuka peluang-peluang baru untuk kemitraan ekonomi antara Australia dan Indonesia. Termasuk dalam infrastruktur, investasi, pariwisata dan pendidikan.
“Saya juga gembira untuk mengumumkan penunjukan Richard Mathews sebagai Konsul-Jenderal Australia yang perdana di Makassar,” ucapnya.
Penunjukan Mathews dilakukan, sebab sejak dulu dirinya adalah diplomat karir dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan mantan Direktur Bagian Kebijakan Nuklir.
Tugas mancanegara yang pernah diemban sebelumnya termasuk Wakil Kepala Perwakilan, Kantor Perdagangan dan Industri Australia, Taipei; Wakil Duta Besar di Athena; dan Sekretaris Dua di Bandar Seri Begawan. Di Canberra, Mathews telah berkarya di Bagian India, Sri Lanka, Bangladesh dan Eropa.
“Saya dulu telah bertugas sebagai Direktur Centre for Defence and Strategic Studies; Direktur Indonesia di Pemerintah Australia Utara; dan menjadi Visiting Fellow dan Indonesia Merdeka Fellow di Universitas Nasional Australia. Mungkin itu adalah salah satu pertimbangannya,” ujar Richard Mathews.
Mathews mempunyai gelar Bachelor of Arts (Hons) dan Diploma Pendidikan dari Universitas Melbourne, Diploma Pasca-Sarjana Luar Negeri dan Perdagangan dari Universitas Nasional Australia, dan fasih berbahasa Indonesia. (arf-rhm/rus)
Menlu Australia Kagumi Lorong Garden
