Site icon Berita Kota Makassar

Pejabat Pemprov Jebolan S3 Tertangkap Narkoba

MAROS, BKM — Penyidik Satuan Narkoba Polres Maros, hingga kemarin masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Andi Amin Akhiruddin. Pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel itupun kini menjalani hari-harinya di dalam sel tahanan mapolres.
Kaur Bin Ops Satnarkoba Polres Maros, Ipda Arsad mengatakan, proses hukum terhadap Amin Akhiruddin masih berlangsung. Untuk membuktikan keterlibatannya dalam penggunaan narkoba jenis sabu, urine dan darah Akhiruddin telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulselbar.
”Darah dan urinenya sudah kami bawa ke Makassar untuk diuji di labfor,” kata Arsad, kemarin.
Dijelaskan Arsad, ada tiga hal yang memungkinkan untuk menjerat Amin Akhiruddin. Apakah sebagai pemakai, kurir ataukah bandar.
”Dari tiga itu pasti ada, bila terbukti sebagai penguna maka kita kenakan pasal 127 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Jika tersangka sebagai kurir narkoba, akan dijerat pasal 112 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009. Sementara kalau dia sebagai bandar, akan dikenakan pasa 114 UU Narkotika nomor 239 tahun 2009,” terang Arsad.
Kepada polisi yang memeriksanya, Amin Akhiruddin berdalih bahwa narkoba yang ditemukan petugas di kantong jaketnya bukan miliknya. ”Saya tidak tahu milik siapa narkoba di jaket saya. Saya juga kaget setelah bunyi alat pendeteksi saat berada di bandara,” kelitnya.
Akhiruddin tertangkap, Senin (21/3) pukul 14.13 Wita di SCP (Screening Check Point) keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Calon penumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-7820 rute Makassar-Lombok diamankan karena membawa alat isap sabu berupa bong, yang masih tersisa butiran sabu di dalamnya.
Awalnya, warga Jalan Nipa-nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar itu tiba di bandara pukul 13.10 Wita bersama tiga orang temannya. Mereka hendak berangkat menuju Lombok dalam rangka mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepegawaian pelaporan barang.
Pukul 13.20 Wita, Akhiruddin melakukan chek in di counter Garuda. Selanjutnya, pukul 14.13 Wita, Akhiruddin berada di area SCP keberangkatan untuk diperiksa oleh petugas Avsec. Saat menjalani pemeriksaan, Akhiruddin menujukkan gerak-gerik mencurigakan.
Ketika melalui WTMD (Walk Trought Metal Detector), alat tersebut berbunyi. Petugas Avsec bernama Ismail Arifin selanjutnya melakukan pemeriksaan dengan menggunakan HHMD (Hand Held Metal Detector). Lagi-lagi alat inipun berbunyi.
Ismail kemudian memeriksa Akhiruddin dengan cara manual. Alhasil, ditemukan alat isap berupa bong, yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu tersimpan di saku jaket yang dikenakannya. Selain itu, ada pula filter rokok dan dua bungkus rokok.
Pada pukul 14.14 Wita, Akhiruddin diamankan petugas Avsec menuju ruang pemeriksaan manual untuk dicek kembali secara mendetail. Namun tidak ditemukan barang bukti tambahan.
Selanjutnya Akhiruddin beserta barang bukti diamankan petugas Avsec dibantu BKO TNI AU menuju posko Security Bandara Sultan Hasanuddin guna diambil keterangan awal. Setelah itu diserahkan ke petugas Satnarkoba Polres Maros untuk proses hukum.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Muhlis mengaku kaget dengan tertangkapnya salah seorang pejabat di jajarannya. Dihubungi via telepon, Selasa (22/3), Muhlis yang tengah berada di Jakarta mengatakan, sangat tidak menyangka jika yang bersangkutan bisa terjerat kasus narkoba.
“Saya lagi di Jakarta. Saya dengar. Tentu sangat kaget. Saya sama sekali tidak sangka,” ungkapnya.
Selama ini, lanjut Muhlis, yang bersangkutan termasuk salah satu pejabat yang karirnya cukup baik. Dia melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala sub bagian umum dengan sangat maksimal. Tak ada tanda-tanda sedikitpun yang memperlihatkan jika yang bersangkutan suka narkoba.
“Dia itu cukup pintar dan bisa diandalkan. Sudah selesai S3 dan lulusan IPDN,” jelasnya.
Terkait kasus yang menjerat anak buahnya, dia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. “Ada hukum. Saya serahkan sepenuhnya ke proses hukum,” tandasnya.
Dia mengaku tertangkapnya Kasubag Umum Dispora sedikit banyak mempengaruhi kerja-kerja di SKPD itu. Namun, dia segera mengantisipasi dengan menunjuk orang yang cukup berkompeten menghandle kerja-kerja yang bersangkutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengaku sudah mengetahui tertangkapnya salah satu pejabat di Dispora melalui media. Dia menekankan agar pelaku bisa diberi sanksi yang berat agar bisa menjadi pelajaran bagi pejabat lainnya. Bahwa, jangan main-main dengan narkoba.
“Ini menjadi preseden buruk bagi pemerintahan. Makanya harus ditindak tegas,” tandasnya.
Dengan kejadian itu, dia mendesak Biro Napza untuk mengagendakan tes urine terhadap seluruh PNS lingkup Pemprov Sulsel. Tidak pandang bulu, pejabat hingga staf biasa, semua harus melakukan tes urine.
Dia juga mengaku sangat khawatir dengan maraknya peredaran narkoba di kalangan masyarakat. Malah, statusnya sudah darurat narkoba. Ini harus diantisipasi dan dicegah secara bersama-sama. Tameng diri harus lebih kuat untuk mencegah bahaya narkoba masuk ke sendi-sendi kehidupan. (ari-rhm/rus)

Exit mobile version