KOREM 142/Tatag Parepare memiliki brigade Alsinta (Alat Mesin Pertanian). Anggota brigade turun gunung membantu petani menggarap sawah. Petani cukup menyediakan bensin dan jika mesinnya rusak Korem yang melakukan perbaikan.
Sehingga petani bisa menggarap sawah tanpa menyewa alat pertanian hingga masa panen tiba.
Hanya saja masalah terkadang muncul pascapanen. Gabah dibeli murah oleh kartel dari luar, lalu kartelnya menjual lagi dengan harga mahal.
Untuk mengatasi hal ini Korem mulai melakukan pengawasan di lapangan. Pabrik kecil yang tak memiliki modal dibantu oleh Menteri Pertanian termasuk alat pengering gabah.
”Kita berharap bisa mengekspor beras dan punya cadangan seperti Thailand sebesar 5 juta ton. Pak Mentan mengusahakan tiga tahun ke depan Indonesia memiliki cadangan beras,” ujar Danrem 142/Tatag Kol (Inf) Syafruddin.
Menurutnya, Mentan optimis tak lagi mengimpor beras. Kalaupun ada itu untuk cadangan karena kondisi pertanian belum stabil dan itu dilaksanakan oleh Babinsa sesuai dengan yang amanat UU.
Apabila negara situasinya damai maka TNI melaksanakan operasi militer selain perang diantaranya membantu warga sipil dan kepolisian, sebagai bagian dari upaya intensifikasi. Sedangkan upaya ekstensifikasi seperti cetak sawah. Sebagian lahan di negeri ini bisa ditanami padi tapi belum berbentuk sawah. ”Karena selama ini usaha cetak sawah terhenti maka Mentan meminta bantuan TNI agar masalah di lapangan segera teratasi,” paparnya.
Komandan Korem juga menyampaikan bahwa dalam melaksanakan pendidikan bela negara di kalangan pelajar, mahasiswa serta organisasi kepemudaan, Kodam VII/Wirabuana sudah mempunyai website beralamat www.Belanegara.or.id
Danrem juga menegaskan jika ada anggota TNI terlibat narkoba segera dilakukan pemecatan. Danrem juga berharap pada insan pers untuk melakukan outbound. Misalnya olahraga bersama.
”Jadi TNI dan media tidaklah terlalu kaku dan saling berkomunikasi. Sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan serasi dengan insan media,” tandasnya.
Pada kesempatan ini dibentuk komunitas bersama media “Tatag Media Community”. Dibuatkan baju seragam yang merupakan ciri khas komunitas.
Kegiatan coffee morning ini juga diisi dengan hiburan musik dan persembahan lagu baik dari pihak Korem maupun kalangan media. Tentunya sambil menikmati makanan dan minuman yang tersaji. (mup/C)