SIDRAP, BKM — Kalangan petani di Tanru Tedong, Sidrap, menyayangkan anjloknya harga gabah di Sidrap saat ini. Petani pun ramai-ramai menyalahkan Bulog.
Petani menilai Bulog tak mampu mengamankan harga dasar pembelian gabah di tingkat petani. Akibatnya pedagang mitra Bulog seenaknya menentukan harga gabah.
Perwakilan petani asal Tanru Tedong, Dais Labanci, mengklaim pedagang mitra bulog hanya membeli Gabah Kering Panen (KGP) sebanyak Rp4.200 perkilogram.
“Enak saja yah, pedagang mitra bulog hanya mengambil gabah milik petani seharga Rp4.200 perkilogram, sementara dia jual lagi ke Bulog seharga Rp3.700 perkilogram,” kata Dais Labanci, Selasa, (22/3).
Dais yang juga mantan anggota DPRD Sidrap itu, mengatakan, bulog harus turun tangan menertibkan pembelian gabah oleh mitranya itu.
“Bulog harus memantau itu di lapangan, kasihan petani kalau gabahnya hanya dibeli murah sementara biaya pengolahannya tinggi,” pinta Dais Labanci.
Kasub Bulog Sidrap, M Taufik, menyarankan petani menyampaikan langsung keluhannya tersebut ke pedagang yang bersangkutan.
“Silakan tanyakan langsung ke pedagangnya apakah harga pembelian gabah cocok atau bagaimamana. Yang jelasnya, patokan harga bulog sesuai berdasar pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” kata Taufik.
Berdasarkan HPP, kata Taufik, harga pembelian GKP dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar ham/kotoran maksimum 10 persen adalah Rp3.700 per kilogram di petani, atau Rp 3.750 per kilogram di penggilingan
Begitu juga, harga pembelian GKP dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar ham/kotoran maksimum 3 persen adalah Rp4.600 per kilogram di penggilingan, atau Rp4.650 per kilogram di gudang Perum Bulog
Sedangkan harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen butir patah maksimum 20 persen, kadar menir maksimun 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 persen adalah Rp7.300 per kilogram di gudang Perum Bulog. (ady/C)