MAKASSAR, BKM–Tiga legislator Partai Golkar Sulsel yakni Rahman Syah, HA Kadir Halid dan Imran Tenri Tata melontarkan kritiknya atas kinerja Balai besar Sungai Pompengan-Jeneberang di rapat kerja Komisi D DPRD Sulsel, Rabu (23/3).
Rahman Syah meminta pihak balai untuk menanggapi sejumlah keluhan masyarakat yang ada di sekitar waduk Bili-bili kecamatan Parangloe, seperti adanya tebing yang terkikis hingga mengancam lahan dan pemukiman. Sementara Kadir dan Imran menyindir soal penanganan kanal yang ada di Makassar. Menurut keduanya, pihak Balai harus melakukan pengerukan, perbaikan kanal hingga memberi pagar agar warga tidak membuang sampah di kanal.
Legislator PAN Syamsuddin Karlos menoroti kinerja balai dalam pembebasan lahan dan pembangunan waduk Kareloe di Jeneponto.
Rapat yang dipimpin Wakil ketua Komisi D, Rudi Pieter Goni juga dihadiri pejabat yang mewakil Gubernur Sulsel yakni Andi Darmawan Bintang serta Kadis Tarkim Bakti Haruni.
Untuk Satker Air bersih yang dipimpin Kaharuddin, para politisi juga mempertanyakan adanya laporan dari konsorsium jaringan aktivis yang menyoal proyek ari bersih di Desa Tuju, Punagayya dan Mallasaro yang terbengkalai. Laporan dan sejumlah masalah tersebut langsung dijawab Kepala perencanaan dan program balai besar pompengan Afandi Kahar. (rif)