SENGKANG, BKM — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukkelleng, Sengkang telah melahirkan begitu banyak inovasi. Sehingga membuat Rumah Sakit (RS) di Kabupaten Wajo itu menjadi salah satu rujukan study banding. Utamanya masalah pelayanan e-hospital yang ditetapkan RSUD Lamaddukkelleng sejak tahun 2015, lalu.
RSUD Lamaddukkelleng kembali kedatangan tamu. Kali ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Propinsi Maluku Utara melakukan studi banding. Mereka ingin belajar bagaimana meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dengan penertapan sistem pengelolaan manajemen BLUD, Selasa (22/3).
Rombongan pemerintah Kota Tidore Kepulauan diterima langsung Sekda Wajo, Firdaus Perkesi, Kepala Dinas Kesehatan dr Baso Rahmanuddin, dan Direktur RSUD Lamaddukelleng dr Nur Tansi, dan Ketua Komisi VI DPRD Wajo, Hj Husny.
Dalam sambutannya, dr Baso mengatakan, pelayanan menjadi perhatian serius RSUD Lamaddukelleng. Banyak inovasi yang dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien. Seperti penerapan e-hospital, penerapan pin senyum, dan sms pengaduan.
“Semenjak RSUD Lamaddukelleng berubah status menjadi BLUD kita bisa melakukan inovasi dan target PAD kita meningkat.”Katanya
Ditemui di aula pertemuan BAPEDDA Kabupaten Wajo, Wakil ketua DPRD Kota Tidore Kepulaun Mochtar Djumati mengatakan, Berdasarkan masukan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ketika ingin melakukan audit rumah sakit yang bagus itu adalah RSUD Lamaddukkelleng, Baik itu proses pembentukan BLUDnya, pendapatannya seperti apa, tingkat pelayananya seperti apa, sehingga bisa kita diterapkan di tidore nantinya.
“Saya kagum pergerakan RSUD Lamaddukkelleng ini, mulai tahun 2011 hingga 2015 pergerakakan pendapatan luar biasa , aspek pelayanannya juga luar biasa dan ini patut diberi apresiasi. Insya allah, apa yang didapatkan dan kemudian dipelajari untuk diterapkan di Tidoren Kepulauan. Rombongan kami yakni ketua komisi III DPRD Tidore Kepulaun yang membidangi kesehatan dan rumah sakit, Dispenda, bagian hukum, bagian organiasi, Rumah sakit dan dinas kesehatan Kota Tidore Kepulauan,”ujarnya. (ilo/C)