Site icon Berita Kota Makassar

PPKP Antisipasi Wabah Flu Brung

MAROS,BKM — Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Maros gencar melakukan pemantauan hewan unggas milik. Ini dilakukan menyusul kabar merebaknya virus H5N1 atau flu burung yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan (Kasi Keswan) DPKP Maros, Jumiati mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan sejumlah ternak unggas milik warga dan sejauh ini belum ditemukan adanya virus H5N1 atau flu burung. Untuk pemberian vaksin, kata dia, dapat dilakukan setelah ada indikasi kasus flu burung di tengah masyarakat.
“Kalau untuk memantau, memang selalu kami lakukan. Apalagi saat ada kejadian seperti ini di kabupaten tetangga kami semakin rutin memeriksa unggas. Hanya saja kami belum melakukan vaksinasi karena sejauh ini belum ada kejadian ayam mati mendadak secara massal,” ungkapnya, Rabu (23/3).
Dia menambahkan, selain melakukan pemantauan langsung, dia juga meminta petugas melakukan pengawasan ketat terkait pengiriman unggas yang masuk ke Kabupaten Maros. Selain itu, Jumiati juga meminta kepada peternak untuk pro aktif melaporkan ke petugas kesehatan hewan, jika ada unggasnya mati mendadak.
Selain itu, DPKP juga akan melakukan vaksinasi antraks terhadap sapi di wilayah Maros. Menurutnya, vaksi dilakukan mengingat kondisi cuaca panas saat ini bisa mempercepat penyebaran virus antraks.
“Awal bulan april mendatang kami akan melakukan vaksin massal untuk hewan ternak sapi,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Maros Akbar Endra menuturkan, dalam kasus seperti ini, hendaknya DPKP tidak hanya tinggal diam. Tapi lebih pro aktif untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit flu burung. Menurut Akbar, maraknya virus flu burung di Gowa sudah dipastikan akan menjalar ke Maros. Sebab Geografi Gowa dan Kabupaten Maros sangat dekat dan berbatas wilayah. Sementara di daerah perbatasan itu juga banyak terdapat unggas.
“Pemda tidak boleh berpangku tangan dalam menangani masalah ini. Masyarakat harus dilindungi dari virus flu burung. Jangan sampai virus ini mulai mewabah dan DPKP kewalahan menanganinya,” ujar Akbar. (ari-ril).

Exit mobile version