Site icon Berita Kota Makassar

Sudah 12 Legislator Diperiksa Kejaksaan

TAKALAR, BKM — Kejaksaan Negri (Kejari) Takalar terus menggenjot pemeriksaan anggota DPRD Takalar perihal kasus dugaan mark up anggaran perjalanan dinas dan dugaan bimbingan teknik (Bimtek) fiktif tahun anggaran 2014.
Hingga saat ini, penyidik Kejari takalar sudah memeriksa 12 legislator sekaitan kasus tersebut. Sementara sisnya terdiri dari 4 orang mantan legislator.
Kasiedatun Kejari Takalar, Zulmar Adhy Putra yang dikonfirmasi perihal perkembangan kasus tersebut membenarkan pemeriksaan 12 anggota legislator dalam waktu beberapa pekan terkahir.
“Beberapa mantan anggota dewan telah diperiksa dan 12 anggota dewan aktif juga sudah menjalani pemeriksaan, pemeriksaan manatan dan anggota dewan merupakan bagian dari puldata dan pulbaket,” kata Zulmar Adhy Putra yang juga menjabat Ketua Tim Penyidik, Rabu (23/3).
Zulmar Adhy Putra juga mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan beberapa nama anggota dan mantan anggota dewan menjadi tersangka dalam kasus ini.
“Besar kecilnya sebuah bentuk perbuatan melanggar hukum itu tidak menjadi kendala untuk tidak dihukum bagi yang melakukan perlawanan hukum, yang pasti rampungnya pemeriksaan kasus itu, tidak menutup kemungkinan ada yang ditersangkakan,” jelas Zulmar.
Sementara Kepala Kejari Takalar, H Ferry Tas tetap berkomitmen akan menuntaskan kasus tersbeut. Dia berharap publik dapat bersabar untuk menunggu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihaknya.
“Kita akan tuntaskan kasus ini. Butuh kehati-hatian dalam menetapkan orang sebagai tersangka, jadi publik harus bersabar,” tandasnya.
Ferry menegaskan, pemeriksaan tidak hanya berhenti pada 12 legislator dan 4 mantan legislator. Namun kepada para pihak terkait lainnya yang mengetahui persis penggunaan anggaran perjalanan dinas dan bimtek dewan.
“Pemeriksaan dewan terus berlanjut, dan untuk pekan ini tim penyidik menjadwalkan tiga orang setiap hari yang diperiksa, dan bukan hanya kasus anggota dewan yang digenjot, tetapi kasus Sekretaris PU juga menjadi skala prioritas,” tegasnya. (ari-ril/c)

Exit mobile version