JENEPONTO, BKM — Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KB-PP) Provinsi Sulsel, Hj Rini Riatika Heri Iskandar hadir dalam peresmian Kampung KB di Dusun Binda, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Jumat (24/3).
Pencanangan Kampung KB diresmikan oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar ditanadai dengan menebuh gendang. Turut hadir Wakil Bupati Jeneponto Muyadi Mustamu, Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin, Kadis KB dan PP Jeneponto, Sudirman Ero, Camat Bankala Barat, Bahrun, Kades Garassikang, Rajadeng Karaeng Jalling serta ratusan kader KB di desa setempat.
Rini dalam sambutannya menjelaskan, kesuksesan Kampung KB dapat dirahih jika para masyarakat bisa menerapkan pola 4 T, yakni Terlalu muda melahirkan di bawah usia 20 tahun, Terlalu tua masih melahirkan usia di atas 36 tahun, Terlalu rapat melahirkan dan Terlalu banyak melahirkan.
“Kampung KB bukan melarang untuk melahirkan, tapi harus diatur dan dijaga jarak kelahiran anak. Intinya dua anak cukup, agar bahagia dan sejahtera,” jelas Rini Riatika Heri Iskandar.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam kesempatannya menjelaskan alasannya memiliki Desa Garassikang sebagai tempat pencanangan Kampung KB di Jeneponto.
“Desa ini sesui kriteria Kampung KB, karena terpencil dan masih banyak memerlukan pembinaan dalam hal peningkatan program KB. Selain itu, pasangan usia subur (PUS) yang ada di Kecamatan Bangkala Barat ini, pada umumnya peserta vasektomi (KB Pria) yang membawa Jeneponto tahun 2015 peringkat pertama di Sulawesi Selatan.
“Semoga tahun 2016 ini, Kabupaten Jeneponto bisa meraih juara Nasional untuk kategori Vasektomi terbanyak di Indonesia, yakni 171orang. Ini pertanda bahwa suami-suami sayang istri dan secara kesuruhan rakyat Kabupaten Jeneponto bukan saja ibunya, tapi juga kaum bapaknya ikut mensukseskan program pengendalian penduduk seperti yang didengungkan selama ini,” kunci Iksan. (krk-ril/c)