MAKASSAR, BKM–Proyek reklamasi Center Point Indonesia (CoI) akan segera dilakukan. PT Boskalis International Indonesia sudah melakukan kontrak kerja sama dengan Ciputra-Yasmin di Jakarta, Kamis, 24 Maret lalu.
Penandatangan kontrak dilakukan Theodorus Baartmans, Board Management Boskalis Internasional Indonesia, Aditya Kouwagam dari PT Yasmin Bumi Asri, Victor J Coenen, konsultan dari Witteven Bos Indonesia, serta Penanggung Jawab Pengembangan CPI, Soeprapto Budisantoso.
Dalam naskah kontrak disebutkan Boskalis akan melakukan reklamasi selama dua tahun terhitung 30 Maret 2016 hingga 29 Maret 2018. Itu berarti reklamasi CoI akan menjadi kado akhir masa jabatan Syahrul Yasin Limpo sebagai gubernur Sulsel. Seperti diketahui masa jabatan Syahrul akan berakhir awal April 2018 mendatang. Boskalis akan mengerjakan reklamasi CoI tahap pertama seluas 100 hektare dengan nilai kontrak Rp2,5 triliun.
Director Ciputra Group, Nanik J Santoso mengatakan penimbunan pasir di kawasan Center Point of Indonesia (CoI) tidak memakan waktu lama. PT Boskalis Indonesia menargetkan enam bulan untuk kegiatan penimbunan.
Setelah penandatanganan kontrak ini, Boskalis tidak langsung bekerja. Sembilan bulan pertama, Boskalis harus membuat Detail Enggineering Desaign (DED) khusus reklamasi seluas 100 hektare. Begitu pun harus membuat izin pengoperasian kapal super besar yang akan melakukan reklamasi.
Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi menambahkan, CoI merupakan salah satu proyek besar Ciputra Group. Ini merupakan proyek reklamasi pertama yang dilakukan.
“Proyek ini tidak mudah. Kita betul-betul persiapkan segala sesuatunya agar semua perencanaan berjalan dengan baik,” ujar Harun.
Harun berjanji, paling tidak 28 Maret 2018, bagian Pemprov seluar 50,47 hektare akan diserahkan. “Penimbunan laut seluas 100 hektare itu hanya butuh waktu enam bulan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembuatan tanggul, dan sejumlah kanal,” jelasnya.
“Khusus untuk warga Kota Makassar, kami sudah buatkan jalur khusus untuk nelayan. Selain itu, pantai pasir putih juga kita sudah serahkan tahun ini. Lengkap dengan sejumlah fasilitas pendukungnya,” lanjut Harun.
Pada penandatanganan kontrak kemarin, founder Ciputra Group, Prof Ciputra turut hadir. Di usianya yang memasuki 85 tahun, Ciputra biasanya sudah jarang menghadiri kegiatan. Namun khusus untuk CoI, ia hadir langsung. Ia nampak bersemangat dengan proyek baru Ciputra Group ini.
“Kita ingin melihat Makassar makin maju. Harapan kita semua, dengan reklamasi CoI ini perekonomian masyarakat makin bertumbuh secara baik,” harap pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah itu.
Sembari menunggu proses reklamasi, Ciputra Group juga merancang bangunan mewah yang akan dihadirkan di kawasan CoI. Salah satunya Ciputra World Makassar. Gedung pencakar langit ini direncanakan hadir dengan 40 lantai serta lima tower.
Sejauh ini, Ciputra World baru hadir di Jakarta dan Surabaya. Makassar dipilih menjadi salah satu kota hadirnya ikon Ciputra ini sebab kota ini dianggap sangat potensial dari segi pasar. Kendati begitu, Nanik belum merincikan berapa besar investasi Ciputra Group untuk menghadirkan Ciputra World Makassar ini. Kata dia, desainnya baru dimulai dan masih butuh perubahan-perubahan, sehingga belum bisa dihitung estimasi investasinya.
Ciputra World Makassar akan hadir di atas lahan seluas lima hektare di CoI. Sama dengan Ciputra World di Jakarta dan Surabaya, di Makassar Ciputra World akan hadir dengan konsep superblock. Didalamnya ada mal, hotel, skyloft, apartement, dan office building. (*/war)
