MAKASSAR, BKM — Kontraktor pemenang tender yang mengerjakan underpass simpang lima, Adhy Karya dan Waskita Karya terus menggenjot pekerjaannya. Jalan utama di area simpang lima sepanjang 100 meter dengan lebar 20 meter dari arah Makassar hingga sebagian badan jalan simpang lima, sudah ditutup untuk kegiatan pengeboran. Kendaraan pun dialihkan ke jalan samping kiri kanan yang sudah dibuat sebelum jalan utama ditutup.
Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan (BBPJN) VI bersama Dirlantas Polda Sulselbar, Dinas Perhubungan Sulsel, serta stakeholder terkait lainnya sudah mempersiapkan rekayasa lalulintas di area tersebut dan saat ini sudah diberlakukan.
Namun sayang, upaya tersebut tidak bisa berjalan efektif. Kemacetan parah pascapenutupan jalan utama tak bisa dielakkan.
Pantauan BKM pada jam-jam sibuk, khususnya saat pagi dan sore hari, kemacetan mengular hingga berkilo-kilometer. Malah, kendaraan dari arah tol menuju ke bandara, Kabupaten Maros atau yang akan berbelok ke arah Perintis Kemerdekaan, harus bersabar lepas dari kemacetan hingga berjam-jam lamanya.
Menyikapi kondisi itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengumpulkan semua stakrholder terkait untuk mencari solusi persoalan itu. Dia menggelar rapat dengan BBPJN, pihak otoritas bandara, dan Dinas Perhubungan, pekan lalu.
Dari rapat itu, sejumlah solusi ditawarkan untuk mengurangi kemacetan. Diantaranya, memungsikan sejumlah jalan alternatif untuk dilalui kendaraan. Termasuk membuat jalan perintis atau alternatif baru untuk kendaraan dari dan ke bandara.
Kendaraan menuju bandara yang akan menjadi prioritas utama dicarikan jalan alternatif. Alasannya, untuk mengantisipasi keterlambatan penumpang pesawat tiba di bandara akibat macet.
“Ada beberapa jalan alternatif yang bisa difungsikan kendaraan ke depan. Termasuk membuat jalan alternatif baru yang lahannya sudah dibebaskan pihak bandar. Itu bisa kita fungsikan,” kata Agus.
Untuk kepentingan itu, Wagub bersama stakeholder terkait melakukan peninjauan ke sejumlah jalan alternatif yang bisa dipergunakan.
Selain itu, usulan menarik yang mengemuka adalah, kendaraan dari arah Maros ke Makassar bisa lewat jalan alternatif ke arah Kariango namun belok kanan ke arah Moncongloe. Dari Moncongloe, kendaraan bisa memilih rute yang diinginkan karena banyak jalur yang bisa dilalui. Dari Moncongloe, kendaraan bisa ke arah Daya, BTP, Antang, hingga ke Pattalassang, Kabupaten Gowa.
“Namun semua itu masih sebatas usulan. Kami kembali akan menggelar rapat koordinasi dalam waktu dekat untuk membicarakan rekayasa seperti apa,” kata Agus.
Jika pemerintah tidak memikirkan cara mengurai kemacetan di simpang lima tol-bandara, maka masyarakat terpaksa harus merasakan kemacetan parah cukup lama, yakni sekitar setahun lebih.
Berdasarkan jadwal pengerjaan, underpass simpang lima diperkirakan selesai Juli 2017 mendatang. Itupun kalau pekerjaan tepat waktu, tidak molor.
Menurut Kepala Satker BBPJN VI Metropolitan, Rahman Jamil, proses pengeboran yang dilakukan di jalan utama simpang lima merupakan tahapan awal yang dilakukan untuk pembangunan jalan underpass. Aktifitas itu untuk pemancangan tiang-tiang pondasi yang nantinya akan menjadi penyangga flyover yang akan dibangun di atasnya. Setelah itu akan dilanjutkan penggalian tanah hingga tembus ke perbatasan Kabupaten Maros. Pengeboran diperkirakan akan berjalan selama enam bulan.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 milliar untuk pengerjaan fisik, dari total anggaran Rp169,6 milliar sesuai nilai kontrak. (rhm/rus)
Simpang Lima Macet Parah, Dicari Jalan Alternatif

IST JALAN ALTERNATIF-Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu'mang bersama stakeholder terkait melakukan peninjauan ke sejumlah jalan alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi kemacetan di simpang lima.