Site icon Berita Kota Makassar

Nami Island, Pulau ‘Romantisme’ Pasangan Sejoli

NAMI ISLAND-Penulis mengabadikan lokasi Nami Island dengan latar belakang pemeran film ‘’Winter Sonata” Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon.

INILAH kali pertama perjalanan media yang tidak hanya dari pimpinan media di Fajar Grup, tapi juga berbagai instasi. Selain dari Pemkot Makassar, Pemkab di Sulsel, juga dari unsur Kepolisian. Semua mata memandang melihat secara langsung kemajuan kota Ginseng. Selama 4 hari berada di Korea Selatan, mulai 22 hingga 25 Maret dipimpin H Agussalim Alwi Hamu selaku Direktur Utama Media Fajar Koran. Mustawa Nur dari Berita Kota Makassar menurunkan tulisan dalam catatan kedua.

NAMI ISLAND-Penulis mengabadikan lokasi Nami Island dengan latar belakang pemeran film ‘’Winter Sonata” Choi Ji-woo dan Bae Yong Joon.NAMI Island memang terkenal di Korea Selatan. Konon tidak lengkap ke kota Ginseng jika belum menginjakkan kaki di lokasi pembuatan film korea ‘Winter Sonata’. Inilah lokasi shooting menjadi tempat first kiss aktris Choi Ji-woo dan aktor Bae Yong Joon.
Rombangan Fajar Grup pun tidak mau ketinggalan. Dengan menumpang kapal feri selama 10 menit menyeberangi sungai Han. Sungainya bersih dan tak ada kelihatan sampah yang terapung, sehingga mata menjadi tertarik menatap bangunan di seputar sungai dari atas feri. Pulau ini memang dibentuk karena pembangunan Danau Cheongpyeong (1943), yang membuatnya terpisah dengan daratan utama.
Inilah pulau impian bagi pasangan sejoli di Seoul. Suasananya dihiasi dengan balon tergantung di pepohonan. Patung dengan pasangannya yang memadu kasih dengan lambang cinta juga terlihat menambah romantisme pulau ini.
Pengunjungnya memang dipadati anak anak baru gede yang tidak ingin melewatkan lokasi dengan mengabadikan melalui kamera. Mereka terlihat tertawa dan melompat sambil berpose ria membuat mereka begitu menikmati. Terlihat juga ada bendera Negara Negara asia, termasuk Indonesia dengan tulisan: Selamat Datang.
Nama Nami Island diambil dari Jenderal Nami, pahlawan muda Korea yang cerdas dan dikagumi. Pulau Nami sebenarnya tak menyajikan keindahan fisik yang teramat istimewa jika dibandingkan dengan pulau-pulau tujuan wisata di Sulsel, khususnya Makassar. Tiada pantai berpasir putih yang menawan atau pemandangan alam yang memesona.
Justru potensi wisata pulau di Makassar, seperti Samalona dengan keindahan pasir putih dan ikan ikan hias mewarnai alam laut yang begitu menakjubkan. Sayangnya belum digarap secara optimal untuk mendongkrak income wisata kota.
Namun, kala musim gugur datang, pulau Nami memang berwajah lebih manis dan sungguh romantis. Daun-daun di pepohonan beralih warna menjadi kuning, coklat, dan merah. Sayangnya, 3 hari lalu, saat saya berkunjung ke pulau ini, sebagian besar pohon masih meranggas meski telah masuk musim semi.
Di beberapa lokasi, pepohonan—yang begitu tinggi menjangkau langit itu—tertanam rapi menaungi jalan-jalan setapak. Pohon-pohon itu berbaris begitu lurus seolah sewaktu ditanam dengan dibantu penggaris.
Pulau ini terkenal terlebih setelah shooting film ‘’Winter Sonata’’. Itu tahun 2002. Sejak itu, banyak sekali yang datang ke pulau ini. Lukisan dan patungnya pun dalam pemeran film Winter Sonata terpajang di pulau ini. Bahkan saya sendiri menyaksikan langsung pasangan yang akan melangsungkan pernikahan melakukan pengambilan gambar di lambang ‘’hati bersimbol love” .
‘’Nah itu di sana, sengaja mereka buat di tanah lambang love, lalu berpose dengan pasangannya, sekadar untuk mengabadikan cinta mereka,’’ kata Herlina menunjuk gambar hati dari lingkaran pasir yang di atas tanah. “Mudah-mudahan saya bisa datang ke tempat ini lagi. Impian saya itu pergi ke Korea, Insya Allah ” kata Ramah, rombongan Fajar Grup.
Kepopuleran Winter Sonata, saya menyaksikan langsung pasangan calon pengantin juga menjadikan lokasi ini pengambilan gambar prewedding foto dengan latar belakang deretan pohon ginkgo. Sebagian besar pengunjungnya adalah remaja-remaja bermata sipit yang berpasangan. Mereka terlihat saling berangkulan dan melangkah bersama mengitari lokasi pemeran ‘Winter Sonata’, Bao mengabadikan momen-momen indah bersama sang kekasih dengan mengambil obyek sebagai latar belakang foto mereka.
Mereka sengaja datang hanya menghabiskan masa liburan di pulau karena terkenal dengan sisi romantisnya.
‘’Mengapa tidak ada anak sekolah Korea?’’ tanya saya kepada Herlina. Mendengar itu, Herlina menjawab, jangan harap ada anak sekolah berkeliaran di jam jam sekolah di Korea. Bahkan di luar jam sekolah pun, mereka juga sibuk. Semuanya ikut kursus. Tidak ada waktu bagi mereka untuk santai.
Sekolah dan kursus, itulah aktivitas siswa di Korea. Jadi mereka yang tidak ikut kursus, pasti juga ikut. Kenapa? Kalau tidak ikut, dia merasa sendiri karena semua teman-temannya ikut.
‘’Coba anda liat di sepanjang jalan, apa ada anak sekolah berkeliaran? Tidak ada itu. Ada sih kalau malam hari, karena mereka baru pulang dari kursus. Begitu setiap harinya, ‘’ tutur Herlina.
Lalu mungkinkah Makassar ada pulau seperti Korea? Tentu yang memiliki pesona dan daya tarik wisata hingga membuat para turis wisata berhasrat untuk datang berkunjung. Kalau Korea punya cerita yang diangkat dalam Film ‘Winter Sonata’’. Daerah ini juga punya cerita yang menggambarkan kisah cinta yang mengharukan antara Datu Museng dan Maipa Deapati.
Cerita ini dikenal sebagai kisah cinta Romeo dan Juliet versi Makassar dan menjadi bukti, kalau neegri ini juga punya kekayaan sebuah karya sastra yang tidak kalah dengan Korea. Kini nama Datu Museng dijadikan nama sebuah jalan dan tetap hidup di tengah-tengah warga kota Makassar. (***)

Exit mobile version