MAKASSAR, BKM — Kemacetan parah setelah jalan utama simpang lima ditutup untuk pengerjaan underpass, membuat pemerintah berpikir keras mencari solusi pemecahannya. Setelah melakukan rapat dengan sejumlah stakeholder terkait pekan lalu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang kembali menggelar pertemuan serupa, Senin (28/3) di ruang kerjanya.
Rapat dihadiri Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI, Angkasa Pura, pengelola tol seksi IV, Dinas Perhubungan Sulsel serta Dirlantas Polda Sulselbar. Rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu menghasilkan sejumlah jalan keluar terkait rekayasa lalulintas simpang lima tol-bandara.
Menurut Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, satu rumah yang berlokasi di sudut tol arah Maros akan segera dieksekusi. Agus meminta BBPJN segera berkoordinasi dengan polda untuk sesegara mungkin melakukan eksekusi itu. Pemilik rumah untuk sementara akan dicarikan rumah sewa.
Sebenarnya, kata Agus, lahan di area itu sudah dibebaskan dengan sistem konsinyasi. Uang pembebasan lahan sudah dititip di pengadilan. Jika rumah yang dimaksud sudah dieksekusi, rencananya alan dibuatkan jalan langsung berbelok ke Kabupaten Maros bagi kendaraan dari arah tol.
“Kalau ini dilakukan, kendaraan dari arah tol ke Kabupaten Maros pasti akan lancar,” ujarnya.
Solusi lain yang dilakukan, untuk menghindari penumpukan di simpang lima, kendaraan yang keluar dari bandara dan ingin ke tol dan Maros, langsung diarahkan belok kanan selepas gerbang pembayaran parkir bandara. Nantinya, setelah belok kanan, kendaraan akan melalui jalan samping sebelah kanan dari bandara. Kecuali kendaraan yang ingin belok ke Daya, itu tetap lurus dari bandara.
Khusus untuk rencana membuka jalur dari Asrama Haji melalui Jalan Arung Teko tembus bandara, dalam dua hari ini ditargetkan rampung. Paling lambat, pekan depan jalur ini sudah bisa dilalui. BBPJN bersama kontraktor segera melakukan pekerjaan. Pihak Angkasa Pura pun sudah memberikan izin untuk membongkar pagar.
Selain itu, bagi kendaraan dari arah Maros menuju Makassar, untuk menghindari kemacetan, diimbau menggunakan jalan ke arah Kostrad Kariango yang menuju MoncongloE.
“Tapi kita instruksikan kendaraan yang lewat di sana hanya roda dua dan roda empat bertonase kecil seperti kendaraan pribadi. Bukan truk,” jelasnya.
Kepala BBPJN VI, Deded Permadi Sjamsudin mengatakan, pihaknya siap melakukan pekerjaan yang dianggap bisa mengurangi kemacetan di simpang lima bandara.
Selain itu, kendaraan yang melaju dari arah samping tol ke arah Maros bisa menggunakan jalan alternatif ke arah Patte’ne.
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan Metropolitan BBPJN VI, Rahman Djamil mengatakan, untuk eksekusi lahan ia mengupayakan bisa dilakukan sesuai permintaan Wagub.
Untuk pekerjaan jalan alternatif dari arah Bandara menuju Makassar melewati Jalan Arung Teko, pihaknya harus melakukan perbaikan jalan terlebih dahulu. Dia memperkirakan pekerjaan perbaikan jalan sepanjang 2,2 kilometer itu bisa dilaksanakan dua hari sebelum dioperasikan.
Selain membongkar pagar bandara, perlu juga disiapkan plat baja untuk menutupi drainase di samping jalan bandara.
Secara teknis, rekayasa lalulintas yang ditawarkan para pengambil keputusan itu mulai berlaku hari ini, Selasa (29/3). Kecuali jalur Arung Teko yang harus menunggu sekitar dua hari karena akan diperbaiki dulu. (rhm/rus)
Wagub Perintahkan Eksekusi Rumah di Sudut Jalan Tol
