Site icon Berita Kota Makassar

Makassar Rawan Kanker Payudara

MAKASSAR, BKM — Remaja putri Makassar tampaknya harus mulai mewaspadai kanker payudara. Jumlah penderitanya dari waktu ke waktu menunjukkan tren meningkat. Seperti halnya di Klinik Herbal Tramedica, dalam seminggu terakhir ada 35 penderita kanker payudara yang datang berobat. Dari jumlah tersebut, sekitar 75 persen merupakan remaja putri.
”Kanker payudara sekarang tidak lagi menyerang perempuan yang sudah berumur, tapi juga perempuan berusia belia. Bahkan persentasenya mulai lebih banyak perempuan berusia belia. Ini berdasarkan data pasien yang datang berobat ke Klinik Tramedica. Dimana, dalam seminggu terakhir, jumlah penderita kanker payudara yang datang berobat ke klinik kami mencapai 35. Mayoritas dari mereka yang datang berobat adalah remaja belia,” kata Winda Anugrah, Konsultan Klinik Pengobatan Tramedica, ketika ditemui BKM di tempat praktiknya Jalan Topaz Raya 2, Blok F No 50 Panakkukang Mas, kemarin.
Untuk menghindari semakin bertambahnya jumlah penderita kanker payudara diusia belia, menurut Winda, para remaja putri agar mulai memperhatikan pola makan dan pola hidupnya. Aktifnya sel kanker di dalam tubuh, lebih banyak disebabkan pola hidup dan pola makan yang tidak teratur. Untuk menghindarinya, sebaiknya mengkonsumsi makanan atau sayuran yang bersifat organik, memperbanyak mengkonsumsi makanan yang punya asupan serat tinggi untuk mempermudah buang air besar (BAB), olahraga teratur dan banyak minum air putih.
”Tanda-tanda pada umumnya, ada benjolan atau perubahan bentuk di payudara, ada denyut di payudara dan perubahan bentuk, ada penebalan dibagian permukaan payudara dan terasa bengkak, keluarnya darah atau nanah dibagian puting dan adanya kerutan dibagian payudara. Gejala lanjutan yang biasa dirasakan perempuan, ngilu dibagian tulang karena penyakit payudara metastatis ke tulang dan sesak nafas akibat sel kanker yang sudah menyebar ke paru-paru. Jika sudah begini, tidak boleh didiamkan. Harus segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat yang punya peralatan lengkap. Minimal untuk melakukan fotoscan. Jangan biarkan berlarut-larut karena bisa berakibat fatal,” terangnya.
Klinik Tramedica sendiri, kata Winda sudah berpengalaman selama 18 tahun dalam melakukan pengobatan khusus tumor dan kanker. Mereka yang diobati bukan saja yang baru pada kategori gejala, tapi juga mereka yang sudah dikemo. ”Syukur alhamdulillah, sebagian besar pasien tumor dan kanker yang datang berobat ke Klinik Tramedica, berhasil sembuh total. Ini tidak terlepas dari kedisiplinan para pasien dalam menjalankan metode yang kami berikan. Misalnya menghindari makanan yang dilarang dan disiplin dalam mengkonsumsi ramual herbal yang diberikan,” katanya.
Winda mengungkapkan, sejumlah dokter dan rumah sakit masih mempercayai Klinik Tramedica sebagai pengobatan alternatif pendamping. Klinik Tramedica adalah pengobatan spesialis tumor dan kanker tanpa operasi, aman, singkat, dan tanpa efek samping. Dalam melakukan pengobatan, Klinik Tramedica menggunakan ekstrak herbal terstandar internasional dan terbukti mampu menghancurkan dan mematikan sel jaringan kanker yang aktif dalam tubuh
”Kami dari Klinik Tramedica sangat bersyukur karena masih dipercaya dan masih direkomendasikan dari dokter dan rumah sakit sebagai pengobatan alternatif pendamping yang dapat mengatasi penyakit tumor dan kanker. Kalau ada pasien yang takut dioperasi, direkomendasikan untuk berobat di Tramedica. Satu bulan pengobatan, pasien kami minta untuk cek ulang ke dokternya untuk mengetahui progress sebelum dan setelah mengkonsumsi ramuan herbal ekstrak yang kami berikan. Bahan baku herbal yang kami gunakan didatangkan langsung dari negara penghasil herbal terbaik, seperti Brazil, Mongolia, Singapura, dan Guangzhou (Tiongkok). Ekstrak herbal yang digunakan sudah diriset dan diuji klinis di berbagai negara maju,” jelasnya seraya menambahkan, untuk Klinik Tramedica sendiri di Indonesia Timur hanya ada di Papua dan di Topaz Raya Panakkukang Mas Makassar. (mir)

Exit mobile version